EKSPRESNEWS – Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Transparansi Anggaran (DPN-Genta Indonesia) menggelar rapat bersama sejumlah pengurus dan pegiat LSM yang berkonsentrasi pada transparansi anggaran di Jalan By Pass KM 6, Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat (25/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Prof. Dt. H. Yuspar, SH, M.Hum, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Drs. Danil Sultan Makmur, SH, Fauzan Putra Marlis Rahma, H. Eka Kurniawan, SE, serta sejumlah pengurus lainnya. Sebanyak 14 peserta mengikuti rapat tersebut.
Hadir pula Ketua Bidang Kajian dan Analisis Anggaran, Drs. H. Edi Busti, Ketua Bidang Investasi dan Monitoring Darmen Rajo Alam, serta Afridon. juga hadir mislinda.
Dalam pertemuan itu, Marlis menegaskan bahwa keberadaan organisasi yang bergerak di bidang transparansi anggaran harus dijalankan secara serius dan berintegritas.
Menurut Marlis, keberadaan aturan perundang-undangan memberikan ruang bagi masyarakat sipil dan organisasi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran pemerintah.
“UU memberikan peluang bagi transparansi. Kita harus serius. Kemarin fisik organisasi kita sudah tingkat nasional,” ujar Marlis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi. Menurutnya, Genta Indonesia harus tetap berpegang pada integritas dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kita punya integritas. Kita boleh menerima uang dari pihak mana pun? Tidak boleh,” tegas Marlis.
Marlis mengatakan, pengawasan terhadap penggunaan anggaran harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan data. Ia menyebut Genta Indonesia telah memberikan perhatian terhadap sejumlah kasus yang berkaitan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga pemerintahan nagari.
“Dalam banyak kasus, kita buka temuan BPK RI, mulai dari gubernur hingga ke nagari,” katanya.
Ia menambahkan, penyampaian penilaian maupun kritik terhadap pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan tepat serta tetap berpedoman pada data dan ketentuan yang berlaku.
Rapat tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen Genta Indonesia dalam mengawal transparansi, akuntabilitas, dan penggunaan anggaran publik. (Afridon)











