EKSPRESNEWS – Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem halal yang mampu mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajakan tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Sumatera Barat mengenai percepatan sertifikasi halal dan pembangunan ekosistem halal di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Selasa (4/8/2026).
Menurut Allex, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaku UMKM memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan sertifikasi halal sehingga prosesnya dapat berjalan lebih efektif.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya memberikan kepastian kepada konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal dalam menghadapi pasar yang semakin kompetitif.
Karena itu, Pemerintah Kota Padang Panjang terus mendorong lahirnya berbagai bentuk pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi.
Selain memberikan rasa aman bagi masyarakat, produk yang telah memiliki sertifikat halal juga dinilai memiliki peluang lebih besar untuk diterima di berbagai jaringan distribusi modern maupun pasar yang lebih luas.
Allex menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BPJPH akan terus diperkuat demi mempercepat proses penerbitan sertifikat halal bagi UMKM di Padang Panjang.
Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan program tersebut sehingga kualitas produk lokal terus meningkat dan mampu menjadi kebanggaan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan mengapresiasi komitmen pemerintah daerah di Sumatera Barat yang aktif mendukung percepatan sertifikasi halal.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekosistem halal membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dengan langkah tersebut, Padang Panjang optimistis dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang berdaya saing tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah berbasis produk halal.(WTD)











