Berita

AQI Padang Tembus 904, Siswa Sudah Sampai Sekolah Dipulangkan

×

AQI Padang Tembus 904, Siswa Sudah Sampai Sekolah Dipulangkan

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS — Sejumlah siswa di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (16/9/2026) pagi, harus kembali ke rumah setelah Pemerintah Kota (Pemko) Padang secara mendadak mengumumkan peliburan kegiatan belajar mengajar.

Kebijakan tersebut diberlakukan bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP sederajat di Kota Padang.

Yang membuat situasi semakin tak biasa, pengumuman peliburan disampaikan ketika sebagian siswa sudah terlanjur berangkat ke sekolah. Bahkan, ada siswa yang telah tiba di lingkungan sekolah sebelum mengetahui adanya kebijakan tersebut.

Setelah informasi peliburan diterima, siswa yang sudah berada di sekolah kemudian dipulangkan dan diminta kembali ke rumah masing-masing.

AQI Tembus 904, Masuk Kategori Berbahaya

Keputusan Pemko Padang tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang dilaporkan berada pada level berbahaya.

Data kualitas udara dari IQAir mencatat angka Air Quality Index (AQI) mencapai 904 pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB.

Angka tersebut dilaporkan masuk dalam kategori berbahaya, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan terhadap udara luar.

Kondisi itu juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Kota Padang. Sekolah yang biasanya mulai dipadati siswa pada pagi hari mendadak harus menghentikan kegiatan pembelajaran dan memulangkan peserta didik.

Siswa Diminta Tetap di Rumah

Di tengah kondisi kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

Penggunaan masker juga dianjurkan bagi masyarakat yang terpaksa harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Khusus bagi anak-anak, orang tua diharapkan memastikan mereka tetap berada di dalam rumah selama kebijakan peliburan sekolah diberlakukan.

Peliburan kegiatan belajar mengajar ini menjadi langkah antisipasi Pemko Padang untuk mengurangi paparan kondisi udara yang dilaporkan berada pada level berbahaya, terutama terhadap peserta didik.

Situasi kualitas udara dan kebijakan pembelajaran selanjutnya masih menjadi perhatian masyarakat Kota Padang. (Thr)