Berita

Wawako Maigus Nasir Dampingi Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir

×

Wawako Maigus Nasir Dampingi Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro meninjau langsung rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI tersebut menyasar dua sekolah di Kota Padang, yakni SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, dan SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta kepala sekolah masing-masing.

Bagi Maigus, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sarana pendidikan di Kota Padang benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Maigus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro bersama rombongan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI yang telah memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena cukup banyak sekolah-sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi dan membutuhkan dukungan pemerintah pusat,” ujar Maigus.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan mengingat fasilitas pendidikan merupakan salah satu sektor yang harus segera dipulihkan setelah terjadi bencana. Kondisi sekolah yang aman dan layak akan sangat menentukan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa.

“Kami juga berharap rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana dapat segera diselesaikan sehingga proses belajar berjalan efektif,” katanya.

Di SDN 04 Baringin, rombongan melihat langsung proses rehabilitasi sekolah yang mendapatkan dukungan anggaran dari Kemendikdasmen RI sekitar Rp1,3 miliar.

Kepala SDN 04 Baringin Hessy Maibetri menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan enam ruang kelas, dua ruang administrasi, ruang UKS, perpustakaan, tiga unit toilet, penataan lingkungan sekolah agar lebih tinggi dan tidak mudah terendam banjir, serta pengadaan mobiler.

Rehabilitasi tersebut ditargetkan rampung pada akhir September 2026.

Hessy menyampaikan apresiasi kepada Komisi X DPR RI dan pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan. Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN 04 Baringin untuk sementara dialihkan ke SDN 30 Air Dingin.

Sementara itu, di SDN 32 Kuranji, rombongan juga meninjau progres rehabilitasi fasilitas sekolah yang mendapat anggaran Kemendikdasmen RI sebesar Rp1,7 miliar.

Kepala SDN 32 Kuranji Ade Yulianto mengatakan, anggaran tersebut mencakup 15 paket rehabilitasi dan 11 paket mobiler.

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah yang terdampak bencana sekaligus memastikan proses rehabilitasi berjalan dengan baik.

Agung menegaskan, Komisi X DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, memberikan perhatian kepada daerah-daerah yang fasilitas pendidikannya terdampak bencana.

“Komisi X DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, untuk memberikan perhatian terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman,” tegas Agung.

Maigus menilai sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan DPR RI sangat penting dalam mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.

Ia berharap rehabilitasi sekolah-sekolah lainnya yang mengalami kerusakan akibat bencana juga mendapat perhatian dan dukungan, sehingga seluruh siswa di Kota Padang dapat kembali mengikuti pembelajaran dalam kondisi sekolah yang aman, nyaman dan layak.