EKSPRESNEWS – Wakil Wali Kota Allex Saputra melakukan inspeksi langsung (sidak) ke sejumlah titik sampah liar di Kota Padang Panjang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota. Sidak tersebut dilaksanakan usai munculnya laporan dan pengamatan adanya sampah berserakan di beberapa ruas jalan utama yang dinilai mengganggu kenyamanan publik dan merusak citra kawasan permukiman serta pusat kegiatan masyarakat.
Dalam sidaknya, Allex menyusuri titik-titik yang sering menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan oleh oknum warga, termasuk di beberapa gang perumahan dan persimpangan jalan. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota karena persoalan sampah tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Allex menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kebersihan kota tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh komponen masyarakat. Ia secara khusus menegaskan bahwa kepala kelurahan dan ketua RT/RW memiliki posisi strategis dalam memantau kondisi di lingkungan mereka dan menggerakkan partisipasi warga untuk menjaga kebersihan.
Menurut Allex, lurah dan RT merupakan ujung tombak dalam komunikasi dan edukasi kepada warga, sehingga mereka harus lebih proaktif dalam mengidentifikasi titik-titik rawan sampah liar serta memberikan arahan kepada warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Ia mengatakan bahwa pendekatan kolaboratif akan lebih efektif dibandingkan tindakan represif semata.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap lurah dan RT bisa menjadi teladan sekaligus motivator bagi warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Allex saat meninjau salah satu lokasi pembuangan sampah tidak teratur di jalan kota.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga meminta pemerintah kecamatan untuk memperkuat pengawasan serta melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup / Dinas Kebersihan setempat agar ada jadwal pengangkutan sampah yang lebih teratur dan efisien, sehingga tidak terjadi penumpukan di pinggir jalan atau area publik.
Allex juga menyampaikan bahwa pemerintahan kota tidak menutup kemungkinan memaksimalkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai gerakan kolektif yang telah digulirkan sebelumnya untuk memperkuat budaya kebersihan di tingkat RT/RW melalui kegiatan gotong royong bertajuk goro dan kampanye perilaku bersih.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peraturan dan sanksi terhadap pembuangan sampah sembarangan tetap berlaku sesuai ketentuan daerah, dan pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan administratif jika ada wilayah atau individu yang membandel dan membiarkan lingkungan menjadi kumuh.
Wawako juga berdialog dengan sejumlah warga yang ditemuinya di lapangan untuk menggali pandangan mereka terkait persoalan sampah liar serta harapan mereka terhadap kebersihan lingkungan. Warga menyambut baik langkah sidak tersebut dan berharap koordinasi lebih intens antara RT/RW dengan dinas terkait.
Menurut mereka, kampanye kesadaran warga serta penyediaan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang memadai akan sangat membantu menekan praktik membuang sampah sembarangan yang selama ini masih sering terjadi terutama di area permukiman padat.
Allex menambahkan bahwa sidak ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkala yang akan terus dilakukan oleh pemerintah kota untuk memastikan bahwa kebersihan Kota Padang Panjang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia berharap hasil pemantauan lapangan ini bisa segera diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret di tingkat kelurahan.
Dengan keterlibatan aktif lurah dan RT, diharapkan pola pembuangan sampah pada tempatnya dan pengelolaan lingkungan yang baik dapat menjadi budaya di tengah masyarakat, menjadikan Padang Panjang lebih bersih, nyaman, dan sehat untuk seluruh warganya.(WTD)











