EKSPRESNEWS – Pasca postingan opini yang dipublikasikan terkait makanan di Cafe Resto Uminyo Eatery Bukittinggi salah seorang netizen yang men-share postingan tersebut mendapat ancaman pembunuhan dari netizen lain yang mengaku berdomisi di Pasa Bawah Bukittinggi.
“Saya hanya menshare postingan, lalu ada 2 akun yang mengirimkan DM sejak awal postingan tersebut ditayangkan. Puncaknya hari ini, bahkan orang itu mengatakan akan membunuh saya jika bertemu,” ungkap salah seorang netizen kepada EkspresNews, Minggu 8 November 2026.
Lebih lanjut, orang tersebut mengaku punya bekingan TNI sehingga netizen itu diminta untuk tidak memposting lagi atau menshare terkait Uminyo Eatery.
“Katanya dia tinggal di Kodim Pulai Anak Aia, isi DM nya sudah sumpah serapah. Menurut saya ini jelas dan nyata dia melakukan pengancaman bahkan mengirimkan voice note yang nyata juga menyebutkan akan membunuh, sebegitunya dia membela Uminyo Eatery ? Atau jangan-jangan itu akun adalah pelayan yang sudah dipecat oleh owner cafe itu?” ujarnya.
Netizen ini mengaku tidak takut dengan ancaman tersebut karena yang ia share adalah postingan karya jurnalistik yang berupa opini dari pihak EkspresNews dengan pengalaman langsung owner media ini.
“Saya memahami kerja jurnalistik, apalagi postingan di TikTok ataupun di IG official media itu diawali dengan terbitnya sebuah berita atau tulisan opini. Jika pihak Uminyo merasa keberatan, tentu ada prosesnya. Seperti hal jawab atau karena awal mulanya adalah opini, pihak Uminyo Eatery harus membalas opini dan ditayangkan juga oleh media ini,” tegasnya.
Baca juga opini sebelumnya disini.
Sementara itu pihak Uminyo Eatery saat dikonfirmasi melalui DM Instagramnya menyatakan :
Mohon maaf sebelumnya, Kak.
Sejak awal, kami sudah berusaha menanggapi keluhan Kakak semaksimal mungkin dan bertanggung jawab atas setiap hal yang memang menjadi evaluasi kami.
Kami ingin meluruskan bahwa kami tidak pernah meminta Kakak untuk menghapus postingan, tidak pernah mengarahkan siapa pun untuk memberikan komentar kebencian, dan tidak memiliki buzzer.
Kami menghormati hak Kakak untuk menyampaikan pengalaman dan pendapat. Namun, karena persoalan yang sama sudah berulang kali disampaikan melalui berbagai platform, kami merasa cukup bingung harus merespons seperti apa lagi. Niat kami sejak awal adalah menyelesaikan persoalan dengan baik, bukan memperpanjang konflik.
Terkait ancaman yang Kakak terima, kami tegaskan bahwa kami sama sekali tidak mengetahui, tidak memiliki hubungan, dan tidak terlibat dengan orang yang mengirimkan ancaman tersebut. Kami tidak pernah mengarahkan atau meminta siapa pun melakukan intimidasi. Kami juga sangat menyayangkan dan tidak membenarkan tindakan tersebut dalam bentuk apa pun.
Kami bertanggung jawab atas tindakan kami sendiri, tetapi tidak atas tindakan pihak lain yang berada di luar kendali dan tidak memiliki keterkaitan dengan kami.
Terkait ancaman yang Kakak terima, silakan menelusuri dan mengambil langkah yang diperlukan secara mandiri, karena hal tersebut tidak kami ketahui dan tidak memiliki keterkaitan dengan kami.
Kami sudah menyampaikan tanggapan dan menjelaskan posisi kami terkait persoalan ini.
Terima kasih, Kak. Saya rasa cukup sampai di sini komunikasi kita. Ini akan menjadi tanggapan terakhir saya karena ke depannya saya memilih untuk tidak lagi melanjutkan komunikasi maupun membahas persoalan ini bersama Kakak.
Semoga persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik oleh masing-masing pihak.
Terkait karyawan yang menyebutkan “rugi” pada saat kejadian makanan yang dikomplain, pihak Uminyo Eatery mengatakan telah memberikan sanksi berupa pemecatan.
“Yang bersangkutan sudah diberi sangsi pemecatan dan tidak lagi team kami di mulai tanggal 15 November 2026,” tulis Uminyo diakhir pesan. (Abdi)











