EKSPRESNEWS – Akun TikTok Official EkspresNews.com (@capt.indoraya – Medan Nan Bapaneh) viral, terutama postingan terkait rumah sakit Semen Padang Hospital (SPH). Saat ini, Rabu 22 Juli 2026 sudah 82.700 kali pemutaran dengan komen sebanyak 181 dari pengguna lainnya.
Komentar pedas bermunculan, para korban berani speak up terkait layanan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bypass Padang tersebut.
Pelayanan yang dinilai lambat dan tidak responsif terhadap keluhan pasien, kata netizen, menyebabkan rumah sakit tersebut sudah mulai sepi. Diduga intervensi dari manajemen kepada perawat cukup tinggi ditambah dengan dugaan gaji yang tidak layak adalah faktor penyebabnya.
Akun Bun_ny menuliskan pernah dibentak-bentak oleh dokter obgyn disana (SPH) padahal umum (jaminan bayar pribadi) bukan BPJS. “Adalah contoh pelayanan buruk dokter disana sekaligus menyakan fakta bahwa tidak hanya pasien BPJS yang mengalami pelayanan buruk tersebut,” ujar Miranda Syofia salah seorang pemerhati sosial kepada EkspresNews, Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, dari 181 komen tersebut 80 persen bicara terkait buruknya pelayanan disana adalah cerminan bobroknya manajemen SPH sampai saat ini. “Apakah tidak ada teguran dari manajemen kepada dokter yang bekerja disana? Apakah manajemen takut dengan dokter atau ada apa sebenarnya pola koordinasi disana ? Itu yang harus dibenahi oleh SPH jika ingin merubah citranya,” tambah Miranda.
Bahkan ada komentar yang paling menohok, akun Dee_rie menuliskan bahwa nyawa adiknya pernah jadi mainan dengan diagnosis yang aneh-aneh. “Dibilang DBD tapi trombositnya 15 ribu, setelah itu diagnosa tipes, setelah itu kelelahan, dikasih obat sebutir sebutir, mana tiap disuntik perawat sambil menelefon. Jadilah ditusuk berulang kali, nggak ada otak, dihari ketiga nggak ada kejelasan, bukannya membaik malah demam makin tinggi sekali sampai 40 derajat. Alhasil saya pulang paksa, alhamdulillah 3 hari dirumah adik saya sehat, benar-benar bikin marah,” tulisnya.

Selain itu, akun tiktok ani, menulis kapok dan trauma dengan pelayanan SPH. Suaminya sedang kritis dibilang tidak apa-apa, malah dibilang sedang tidur mendengkur. Tidak ada tindakan medis. Ingin pindah ke RS lain, tapi dibilang semuanya penuh. Terpaksa dibawa paksa ke RSUP dengan perjanjian, tetap sudah terlambat.

Sementara itu, upaya konfirmasi sudah dilakukan dengan menghubungi langsung dr Selfi selaku direktur utama, tapi hingga saat ini tidak memberikan keterangan apapun. Kendati demikian, upaya konfirmasi meminta tanggapan SPH kepada pihak Humas, Muklis pelaksana humas SPH mengatakan akan menyampaikannya terlebih dahulu kepada atasannya. Namun hingga saat ini juga belum memberikan keterangan apapun. (Abdi)











