EKSPRESNEWS – Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), Pemerintah Kota Padang Panjang kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat dengan pendekatan yang inovatif dan berbasis karakter wilayah. Forum Musrenbang yang digelar di Balai Kecamatan tersebut menjadi ajang penting dalam menyelaraskan aspirasi warga dengan kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Wali Kota Hendri Arnis, yang turut hadir dalam pembukaan Musrenbang, menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan tidak boleh terlepas dari kebutuhan riil masyarakat di tingkat paling bawah — yakni dari setiap Rukun Tetangga (RT) dan kelurahan. Ia meminta semua pihak untuk terus mendorong partisipasi warga agar usulan-usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan karakter serta potensi lokal yang ada di lingkungan masing-masing.
Menurut Hendri, pendekatan pembangunan berbasis karakter wilayah menjadi salah satu strategi utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di kota pendidikan ini. Dengan memahami karakter dan kebutuhan spesifik setiap wilayah, program yang dirancang diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam Musrenbang kali ini adalah rencana alokasi anggaran Rp150 juta per RT yang akan disiapkan pada tahun anggaran 2027. Anggaran ini dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan setiap RT dalam melaksanakan program pembangunan lokal sesuai prioritas masyarakat sekitar.
Hendri menjelaskan bahwa anggaran Rp150 juta per RT bukanlah sekadar jumlah angka, melainkan merupakan instrumen penting guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kecil, pengelolaan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kualitas hidup warga.
Selain aspek anggaran, Musrenbang juga memfasilitasi dialog antara masyarakat, tokoh lintas komunitas, dan perangkat daerah. Diskusi ini membuka ruang bagi warga untuk mengemukakan pandangan mereka tentang proyek-proyek strategis yang harus diutamakan, misalnya peningkatan fasilitas publik, penataan sarana lingkungan, serta perbaikan akses layanan sosial.
Wali Kota menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan perencanaan hingga pelaksanaan program. Menurutnya, keterbukaan informasi dan proses penyusunan yang bisa dipahami warga akan memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Musrenbang PPT ini juga menghadirkan pemaparan dari beberapa kepala OPD terkait tanggapan terhadap usulan masyarakat. Mereka memberikan gambaran tentang skenario pembiayaan, prioritas pembangunan, serta pendekatan pelaksanaan yang sesuai dengan karakter wilayah di Kecamatan Padang Panjang Timur.
Para peserta Musrenbang menyambut baik komitmen pemerintah kota dalam menyiapkan anggaran berbasis RT. Mereka berharap dukungan tersebut bisa mempercepat realisasi program pembangunan di wilayah mereka, terutama kegiatan yang selama ini masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan dukungan terhadap rencana ini, melihatnya sebagai peluang besar bagi warga untuk ikut menentukan arah pembangunan sesuai prioritas di lingkungan mereka sendiri.
Musrenbang ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian usulan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kolaboratif antara pemerintah kota, kecamatan, dan masyarakat luas. Sinergi ini dinilai penting agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan bernilai tambah bagi warga.
Dengan berakhirnya Musrenbang PPT, Pemerintah Kota Padang Panjang optimis bahwa pelaksanaan pembangunan tahun 2027 akan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih produktif, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.(WTD)











