EKSPRESNEWS – Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Balai-Balai kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam forum tersebut, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menekankan pentingnya pemanfaatan maksimal pagu anggaran Rp150 juta yang akan dialokasikan untuk setiap Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesejahteraan warga di tingkat paling bawah pemerintahan.
Musrenbang yang berlangsung di Balai Kelurahan Balai-Balai tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah kota, anggota legislatif, perwakilan masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan aspirasi warga dengan rencana pembangunan daerah secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Hendri Arnis menyampaikan bahwa pagu anggaran Rp150 juta per RT bukan hanya sekadar angka anggaran, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia mengingatkan agar dana tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk program yang benar-benar memberi manfaat langsung pada warga setempat.
Menurut Wako, alokasi anggaran ini akan difokuskan pada sejumlah aspek prioritas, seperti perbaikan infrastruktur lingkungan, ketahanan kota, serta penanggulangan dampak pascabencana. Ia mencontohkan, dana bisa digunakan untuk memperbaiki saluran irigasi, meningkatkan sanitasi lingkungan, serta mendukung program pengelolaan sampah di tingkat RT.
Lebih lanjut, Hendri menegaskan bahwa pemerintah kota telah melakukan pendataan terhadap wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk kawasan yang terdampak oleh bencana alam atau memiliki infrastruktur yang memerlukan perbaikan cepat. Hal ini menurutnya penting agar penyaluran anggaran dapat tepat sasaran dan memberi dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur dasar, Wali Kota juga mendorong agar setiap RT memikirkan cara inovatif dalam memanfaatkan anggaran, seperti penyediaan fasilitas usaha produktif yang dapat mendukung perekonomian lokal. Misalnya, program budi daya tanaman sederhana yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi warga.
Forum Musrenbang Balai-Balai juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan yang mereka nilai mendesak. Beberapa usulan yang dibahas mencakup peningkatan fasilitas publik, penataan lingkungan, dan program sosial budaya yang mendukung kehidupan komunitas setempat.
Dalam kesempatan itu, Wako Hendri juga mengingatkan pentingnya sinergi dan transparansi dalam pelaksanaan setiap program. Ia meminta lintas perangkat daerah untuk mendampingi dan mengawal penggunaan anggaran di masing-masing RT sehingga prosesnya dapat berjalan efektif, efisien, serta akuntabel.
“Ketika anggaran ini digunakan dengan tepat, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh warga. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari upaya kita membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri,” tegas Hendri Arnis di hadapan peserta Musrenbang.
Tokoh masyarakat Balai-Balai yang hadir menyambut positif arahan tersebut karena dianggap memberi ruang besar bagi warga untuk menentukan kebutuhan mereka sendiri, sekaligus menjadi wadah kontrol sosial atas pelaksanaan program pembangunan di tingkat RT.
Musrenbang Balai-Balai kali ini juga memperkuat peran aktif warga dalam proses perencanaan pembangunan. Para peserta merasa dilibatkan secara langsung, sehingga harapan mereka terhadap hasil pembangunan semakin realistis dan terukur.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap bahwa Musrenbang seperti ini tidak hanya berlangsung sebagai rutinitas perencanaan, tetapi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga di seluruh kelurahan.(WTD)











