Kesehatan

Manfaat Makan Telur Setiap Hari: 10 Khasiat bagi Kesehatan Tubuh

×

Manfaat Makan Telur Setiap Hari: 10 Khasiat bagi Kesehatan Tubuh

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Telur merupakan salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, serta dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari telur rebus, telur dadar, telur mata sapi hingga campuran berbagai masakan, bahan pangan ini telah menjadi bagian dari menu sehari-hari masyarakat Indonesia.

Namun, di balik kesederhanaannya, telur menyimpan kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, lemak sehat, hingga senyawa penting untuk kesehatan otak dan mata menjadikan telur sebagai salah satu sumber pangan bergizi.

Tidak sedikit orang yang masih menghindari konsumsi telur setiap hari karena khawatir terhadap kandungan kolesterol pada kuning telur. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah moderat dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan orang.

Lantas, apa saja manfaat mengonsumsi telur setiap hari bagi tubuh?

Berikut ulasan lengkapnya.

1. Membantu Membangun dan Memperbaiki Jaringan Otot

Salah satu manfaat utama telur adalah kandungan proteinnya yang berkualitas tinggi.

Satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein yang menyediakan asam amino esensial, yaitu jenis asam amino yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.

Protein sangat dibutuhkan untuk membangun, mempertahankan, dan memperbaiki jaringan otot.

Bagi seseorang yang rutin melakukan aktivitas fisik, olahraga, atau pekerjaan yang membutuhkan tenaga, konsumsi telur dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

Selain itu, protein telur memiliki tingkat kecernaan dan kualitas biologis yang baik sehingga dapat dimanfaatkan tubuh secara efektif.

2. Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak

Telur mengandung kolin, salah satu nutrisi penting yang memiliki peran dalam menjaga fungsi otak dan sistem saraf.

Kolin diperlukan tubuh untuk membentuk asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam proses memori, pembelajaran, dan komunikasi antarsel saraf.

Kekurangan kolin dapat mengganggu sejumlah fungsi tubuh, termasuk fungsi sistem saraf.

Karena itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan kolin, terutama bagi orang yang memiliki aktivitas berpikir dan belajar cukup tinggi.

Kandungan kolin juga menjadikan telur sebagai bahan pangan yang bermanfaat dalam mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil, meskipun tetap perlu memperhatikan keamanan pangan dan kebutuhan gizi individual.

3. Membantu Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat telur berikutnya adalah membantu menjaga kesehatan mata. Kuning telur mengandung dua senyawa antioksidan penting, yaitu lutein dan zeaxanthin.

Kedua senyawa tersebut dikenal memiliki peran dalam melindungi jaringan mata dari paparan stres oksidatif.

Lutein dan zeaxanthin juga ditemukan pada bagian retina yang disebut makula, yaitu bagian mata yang berperan dalam penglihatan sentral.

Asupan kedua nutrisi ini dikaitkan dengan kesehatan makula dan perlindungan terhadap kerusakan akibat paparan cahaya.

Menariknya, lutein dan zeaxanthin dalam telur dapat diserap tubuh dengan baik karena keberadaan lemak dalam kuning telur.

Dengan demikian, mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan bergizi dapat membantu mendukung kesehatan mata.

4. Membantu Menjaga Rasa Kenyang Lebih Lama

Bagi orang yang sedang mengatur pola makan atau menjaga berat badan, telur dapat menjadi pilihan menu sarapan yang praktis.

Kandungan protein pada telur membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga seseorang tidak mudah merasa lapar dalam waktu singkat.

Sarapan dengan telur yang dikombinasikan bersama sayuran dan sumber karbohidrat kompleks dapat membantu menciptakan pola makan yang lebih seimbang.

Misalnya, telur rebus dengan roti gandum dan sayuran dapat menjadi alternatif sarapan dibandingkan makanan tinggi gula tambahan.

Namun, telur bukan makanan ajaib untuk menurunkan berat badan. Pengendalian berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan kalori, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta keseluruhan pola makan.

5. Mendukung Kesehatan Tulang

Telur mengandung vitamin D yang berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor. Kedua mineral tersebut merupakan komponen utama dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang.

Vitamin D juga berperan dalam menjaga fungsi otot serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Walaupun kandungan vitamin D dalam telur tidak terlalu tinggi, konsumsi telur dapat membantu melengkapi asupan nutrisi harian.

Untuk menjaga kesehatan tulang secara optimal, konsumsi telur sebaiknya tetap dikombinasikan dengan sumber kalsium, seperti susu, ikan tertentu, tahu, tempe, serta sayuran hijau.

Aktivitas fisik dan paparan sinar matahari yang aman juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang.

6. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk mempertahankan sistem kekebalan. Telur mengandung sejumlah nutrisi, termasuk vitamin A, vitamin B12, selenium, dan protein yang berperan dalam berbagai proses biologis tubuh.

Vitamin A membantu menjaga integritas jaringan pelindung tubuh, sementara selenium berperan dalam sistem antioksidan.

Protein juga diperlukan untuk membentuk berbagai komponen sistem kekebalan.

Meskipun demikian, mengonsumsi telur saja tidak cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Kekebalan tubuh tetap membutuhkan dukungan dari pola makan beragam, istirahat cukup, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehat.

7. Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Kolin, protein, vitamin B12, dan sejumlah nutrisi lainnya dalam telur memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan gizi selama kehamilan. Kolin secara khusus dibutuhkan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin.

Sementara itu, protein diperlukan untuk pertumbuhan jaringan tubuh ibu dan janin. Namun, ibu hamil perlu memperhatikan cara pengolahan telur.

Telur harus dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi akibat bakteri Salmonella.

Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang, terutama jika sumber dan penanganannya tidak dapat dipastikan keamanannya.

8. Mendukung Produksi Sel Darah Merah

Telur mengandung vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf. Vitamin B12 berperan dalam proses pembentukan DNA dan metabolisme sel.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik, yaitu kondisi ketika tubuh menghasilkan sel darah merah berukuran lebih besar dari normal dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kandungan vitamin B12 dalam telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Meski begitu, telur bukan satu-satunya sumber vitamin B12. Ikan, daging, susu, dan produk hewani lainnya juga mengandung vitamin ini.

9. Membantu Memenuhi Kebutuhan Energi Harian

Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 70–75 kalori. Meskipun relatif rendah kalori, telur menyediakan sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Kombinasi protein dan lemak di dalamnya menjadikan telur sebagai makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus memberikan asupan nutrisi.

Telur juga mudah dikombinasikan dengan bahan pangan lain, seperti nasi, kentang, sayuran, dan roti.

Karena praktis dan mudah diolah, telur dapat menjadi pilihan menu bagi masyarakat dengan aktivitas padat.

10. Mendukung Kesehatan Kulit dan Rambut

Telur mengandung protein, biotin, vitamin A, dan sejumlah nutrisi lain yang terlibat dalam pemeliharaan jaringan tubuh.

Protein merupakan komponen penting dalam pembentukan keratin, yaitu protein struktural yang menjadi bagian utama rambut dan kuku.

Sementara itu, biotin berperan dalam metabolisme zat gizi dan mendukung fungsi normal tubuh.

Kekurangan biotin memang dapat menyebabkan gangguan seperti rambut rontok dan perubahan kondisi kulit, tetapi kekurangan tersebut relatif jarang terjadi pada orang dengan pola makan yang cukup.

Artinya, telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pemeliharaan jaringan tubuh, tetapi bukan obat khusus untuk mengatasi kerontokan rambut maupun masalah kulit.

Benarkah Makan Telur Setiap Hari Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi?

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika membahas konsumsi telur.

Kuning telur memang mengandung kolesterol. Namun, kolesterol yang berasal dari makanan tidak selalu memberikan dampak yang sama terhadap kadar kolesterol dalam darah pada setiap orang.

Menurut American Heart Association, orang dewasa sehat dapat memasukkan hingga satu butir telur utuh per hari sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

Sementara itu, Harvard Health menjelaskan bahwa konsumsi satu butir telur setiap hari pada kebanyakan orang tidak terbukti meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke secara signifikan.

Namun, kondisi setiap individu berbeda.

Orang yang memiliki kadar LDL tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau gangguan metabolisme tertentu perlu memperhatikan konsumsi telur dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan nutrisinya.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah makanan pendamping telur.

Mengonsumsi telur rebus berbeda dengan mengonsumsi telur yang digoreng menggunakan banyak minyak, mentega, serta disajikan bersama sosis dan daging olahan.

Kandungan lemak jenuh dari makanan pendamping tersebut dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Karena itu, bukan hanya jumlah telur yang perlu diperhatikan, tetapi juga keseluruhan pola makan.

Lebih Sehat Telur Rebus atau Telur Goreng?

Cara pengolahan dapat memengaruhi kandungan kalori dan lemak pada hidangan telur.

Berikut beberapa pilihan pengolahan yang dapat dipertimbangkan:

Telur rebus

Menjadi pilihan praktis karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Cocok untuk menu sarapan maupun bekal.

Telur kukus

Dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengurangi penggunaan minyak dalam memasak.

Telur ceplok

Tetap dapat menjadi bagian dari menu sehat, terutama jika menggunakan sedikit minyak nabati.

Telur dadar

Dapat menjadi lebih bergizi apabila dicampur dengan sayuran seperti bayam, wortel, tomat, atau daun bawang.

Telur setengah matang

Perlu diperhatikan karena proses pemasakan yang tidak sempurna dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri, terutama Salmonella.

Secara umum, telur yang dimasak dengan sedikit minyak atau tanpa minyak merupakan pilihan yang dapat membantu mengendalikan tambahan kalori dan lemak.

Berapa Butir Telur yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Tidak ada satu angka yang berlaku mutlak bagi seluruh orang.

Kebutuhan konsumsi telur dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, aktivitas fisik, kebutuhan protein, serta pola makan secara keseluruhan.

Sebagai gambaran, rekomendasi American Heart Association menyebutkan bahwa orang dewasa sehat dapat mengonsumsi hingga satu telur utuh per hari dalam pola makan sehat.

Bagi orang yang membutuhkan tambahan protein, putih telur dapat menjadi pilihan karena mengandung protein tanpa kolesterol dari kuning telur.

Namun, bukan berarti semakin banyak telur yang dikonsumsi semakin besar pula manfaatnya.

Keseimbangan nutrisi tetap menjadi prinsip utama.

Tips Mengonsumsi Telur agar Manfaatnya Lebih Optimal

Agar konsumsi telur memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan, berikut beberapa hal yang dapat diterapkan:

1. Pilih telur yang masih segar, bersih, dan tidak retak.
2. Simpan telur dalam kondisi yang sesuai dan hindari perubahan suhu berulang.
3. Masak telur hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi.
4. Batasi penggunaan minyak berlebihan ketika menggoreng telur.
5. Kombinasikan telur dengan sayuran untuk meningkatkan asupan serat.
6. Hindari terlalu sering menyandingkan telur dengan daging olahan tinggi garam dan lemak jenuh.
7. Variasikan sumber protein dengan ikan, ayam, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
8. Perhatikan kondisi kesehatan, terutama jika memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

Kesimpulan: Telur Sederhana dengan Kandungan Gizi Luar Biasa

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Kandungan protein berkualitas tinggi, kolin, vitamin B12, vitamin D, lutein, dan zeaxanthin menjadikannya sumber nutrisi yang dapat mendukung berbagai fungsi tubuh.

Mulai dari membantu pembentukan otot, menjaga fungsi otak, mendukung kesehatan mata, hingga memenuhi kebutuhan protein harian, telur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Konsumsi satu butir telur setiap hari dapat menjadi pilihan bagi kebanyakan orang dewasa sehat, selama diimbangi dengan makanan bergizi lainnya dan cara pengolahan yang tepat.

Pada akhirnya, kunci hidup sehat bukan terletak pada satu jenis makanan saja, melainkan pada keseimbangan nutrisi, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup sehari-hari.

Telur mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dikonsumsi dengan tepat, manfaat nutrisinya dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

—

Sumber referensi:

– Harvard T.H. Chan School of Public Health – The Nutrition Source: Eggs.
– American Heart Association – Dietary Cholesterol and Cardiovascular Risk.
– Harvard Health Publishing – Are Eggs Risky for Heart Health?
– American Heart Association – 2026 Dietary Guidance to Improve Cardiovascular Health.