BeritaPadang Panjang

Stunting di Koto Katik Turun 73 Persen, Inovasi Beranting Dini Jadi Andalan Padang Panjang

×

Stunting di Koto Katik Turun 73 Persen, Inovasi Beranting Dini Jadi Andalan Padang Panjang

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Padang Panjang mulai menunjukkan hasil positif melalui pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga dan berbagai sektor pemerintahan. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah program Beranting Dini: Enam Kegiatan Satu Tujuan.

Inovasi tersebut dipaparkan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis dalam kegiatan Pemaparan Inovasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera untuk Innovative Government Award (IGA) 2026, Selasa (3/11/2026).

Beranting Dini dikembangkan sebagai upaya menjawab persoalan prevalensi stunting di Kota Padang Panjang yang pada 2023 tercatat mencapai 15,8 persen. Angka tersebut masih berada di atas target nasional sebesar 14 persen sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Pemko Padang Panjang mengintegrasikan enam kegiatan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Pendekatan tersebut dirancang agar pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada balita, tetapi dimulai sejak masa kehamilan hingga lingkungan keluarga.

Enam kegiatan yang menjadi bagian dari Beranting Dini meliputi ASI Pokemsus, Peta Ceria, Anting Donat Gulai, Timbang Vidi, Ayah Hebat, dan Ibu Melangsing. Seluruh program tersebut memiliki sasaran dan pendekatan berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama, yakni mempercepat penurunan stunting.

Program tersebut melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, ayah, remaja putri, hingga balita. Keterlibatan berbagai kelompok ini menunjukkan bahwa persoalan stunting membutuhkan perhatian sejak dini dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pelayanan kesehatan.

Salah satu capaian yang dipaparkan terlihat di Kelurahan Koto Katik. Berdasarkan data pemerintah daerah, prevalensi stunting di wilayah tersebut mengalami penurunan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, angka stunting di Koto Katik tercatat sebesar 10,38 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 7,25 persen pada 2023 dan kembali berkurang menjadi 6,2 persen pada 2024.

Tren penurunan berlanjut pada 2025 dengan prevalensi sebesar 3,79 persen. Bahkan, berdasarkan data Agustus 2026, angka tersebut kembali turun hingga mencapai 2,77 persen.

Jika dibandingkan dengan kondisi 2022, penurunan prevalensi stunting di Kelurahan Koto Katik telah mencapai sekitar 73,3 persen. Capaian ini menjadi gambaran positif dari pelaksanaan intervensi yang terencana dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa inovasi pemerintah daerah harus mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan hasil yang dapat diukur. Ia berharap Beranting Dini terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Keberhasilan program tersebut juga membutuhkan konsistensi seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat. Kolaborasi menjadi faktor penting agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Melalui inovasi Beranting Dini, Pemko Padang Panjang berharap penurunan stunting dapat terus dipercepat. Pendekatan yang dimulai dari keluarga dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(WTD)