EKSPRESNEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang semakin intensif mendorong peningkatan kualitas perpustakaan di sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi yang kuat di kalangan generasi muda. Dorongan ini diwujudkan melalui program sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan sekolah bagi jenjang SD, SMP, dan SMA seluruh kota, yang bertujuan untuk mempersiapkan lembaga pendidikan memiliki standar pengelolaan perpustakaan sesuai ketentuan nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut membuka wawasan bagi pengelola perpustakaan sekolah mengenai mekanisme serta instrumen yang dibutuhkan dalam proses pengajuan akreditasi perpustakaan. Hal ini menjadi langkah awal untuk memastikan perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai ruang menyimpan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pembelajaran yang aktif dan berdaya guna.
Wakil Wali Kota Allex Saputra hadir membuka acara tersebut dan menegaskan bahwa akreditasi perpustakaan sekolah merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar optimal bagi siswa. Ia menyampaikan bahwa perpustakaan yang terakreditasi akan memiliki layanan dan tata kelola yang terstandarisasi sehingga memberikan pengalaman membaca dan penelitian yang lebih baik bagi pelajar.
Allex juga menekankan komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung upaya ini melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk integrasi teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital. “Perpustakaan sekolah harus mampu menjadi ruang pembelajaran aktif, bukan hanya tempat membaca buku biasa,” ujarnya.
Kepala DPK Padang Panjang, Januardi, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi akreditasi ini bertujuan untuk membekali pustakawan sekolah dan pengelola perpustakaan dengan pemahaman menyeluruh terkait prosedur akreditasi, termasuk persyaratan administrasi dan teknik penataan koleksi buku yang sesuai standar nasional.
Menurut Januardi, pendampingan ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga mencakup pendampingan teknis agar setiap sekolah dapat menyiapkan dokumen dan fasilitas pendukung akreditasi dengan baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah secara holistik, dari layanan pemustaka hingga sistem manajemen koleksi.
Program akreditasi perpustakaan sekolah juga selaras dengan tujuan DPK dalam memperkuat budaya literasi sejak dini. Perpustakaan yang terstandardisasi tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mengembangkan kegiatan baca bersama, diskusi literasi, dan akses terhadap sumber belajar lain yang dapat merangsang minat baca pelajar lebih tinggi.
Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Padang Panjang sebagai salah satu kota yang dikenal giat dalam pengembangan literasi. Baru-baru ini, kota ini berhasil meraih peringkat dua nasional dalam Indeks Kegemaran Membaca, membuktikan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap aktivitas membaca dan literasi secara umum.
Prestasi tersebut menjadi pendorong bagi pemerintah daerah dan DPK untuk terus memperluas akses serta kualitas layanan perpustakaan di semua lini masyarakat, termasuk di sekolah yang menjadi tempat utama tumbuh kembangnya karakter literasi siswa sejak dini.
Selain akreditasi perpustakaan sekolah, DPK juga terus melakukan pembinaan terhadap perpustakaan kelurahan dan perpustakaan umum, serta pengembangan layanan baca keliling agar seluruh lapisan masyarakat terjangkau oleh fasilitas literasi yang memadai.
Para pengelola perpustakaan sekolah yang mengikuti sosialisasi menyatakan apresiasi atas pendampingan yang diberikan karena dinilai akan memberikan arah yang jelas bagi peningkatan kualitas perpustakaan di lembaga mereka masing-masing.
Kegiatan sosialisasi akreditasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi literasi di sekolah, sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan terampil melalui kebiasaan membaca yang kuat serta akses ke sumber ilmu pengetahuan yang berkualitas.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dan DPK, penguatan perpustakaan sekolah diharapkan menjadi warisan pendidikan yang berkelanjutan, membawa dampak positif jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan budaya literasi di Padang Panjang.(WTD)











