EKSPRESNEWS – Sebanyak 93 jiwa penyintas bencana banjir bandang di Kota Padang Panjang menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membantu warga terdampak memenuhi kebutuhan pokok pascabencana. Penyaluran bantuan tahap pertama ini dilaksanakan secara simbolis di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA), pada Sabtu (14/2/2026), dihadiri oleh Wakil Wali Kota dan perwakilan instansi terkait.
Dalam kesempatan itu, Allex Saputra, Wakil Wali Kota Padang Panjang, menerima bantuan secara simbolis dari Penyuluh Sosial Ahli Madya Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos, Siti Farida. Allex menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang memberikan dukungan nyata kepada warga terdampak bencana di daerah ini.
Menurut Siti Farida, bantuan yang disalurkan didasarkan pada data yang telah diperbarui melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Meskipun awalnya ditetapkan 34 kepala keluarga (KK) atau 116 jiwa, penyaluran pada tahap pertama ini diberikan kepada 24 KK dengan jumlah total 93 jiwa yang telah diverifikasi.
Setiap penyintas menerima bantuan tunai sebesar Rp15.000 per orang per hari selama 30 hari, sehingga setiap penerima mendapatkan Rp450.000 untuk satu bulan penyaluran pertama. Dana ini dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari warga yang pendapatannya terdampak oleh bencana banjir yang terjadi.
Siti Farida menjelaskan bahwa bantuan Jadup akan dilanjutkan untuk dua bulan berikutnya dengan jumlah yang sama, sehingga total bantuan yang akan diterima selama tiga bulan dapat meringankan beban hidup warga pascabencana. Ia juga menyampaikan bahwa 10 KK lainnya yang belum menerima bantuan akan mendapatkannya setelah data resmi BPS final.
Allex Saputra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian Kemensos terhadap warga Padang Panjang. Ia berharap bantuan tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, khususnya di masa sulit setelah bencana melanda.
“Bantuan ini sangat berarti bagi penyintas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Allex, seraya mengingatkan warga agar memanfaatkan dana dengan sebaik-baiknya dan tidak menyalahgunakannya untuk keperluan yang tidak mendesak.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno, menambahkan bahwa jadup yang diterima oleh 93 penyintas ini merupakan tahap awal penyaluran, dan diharapkan lanjutannya dapat diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dirinya berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam masa pemulihan setelah banjir bandang.
Hadir pula dalam acara itu perwakilan camat, lurah terkait, perwakilan Bank Mandiri sebagai mitra penyaluran dana, serta perwakilan BPS dan undangan lainnya. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi antarinstansi dalam proses penanganan pascabencana di Kota Padang Panjang.
Warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur karena dukungan dari pemerintah pusat dan daerah hadir tepat waktu dan sesuai kebutuhan mereka selama masa pemulihan. Banyak dari mereka yang merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan harian seperti pangan dan sandang setelah kehilangan sebagian mata pencaharian akibat banjir.
Bantuan Jadup ini merupakan bagian dari program bantuan sosial adaptif kebencanaan yang disalurkan Kemensos untuk wilayah terdampak di beberapa provinsi, termasuk Sumatera Barat, yang terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Program serupa juga telah dijalankan secara luas di sejumlah daerah lain sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu warga pulih dari dampak bencana besar yang melanda wilayah Sumatera.
Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap warga penyintas dapat melalui masa pemulihan awal dengan lebih ringan, serta memulihkan kehidupan sosial ekonomi mereka secara bertahap di tengah tantangan pascabencana yang masih dirasakan.(WTD)











