BeritaSumatera Barat

Puluhan Siswa dari Pekanbaru Pilih Field Trip ke BMKG

×

Puluhan Siswa dari Pekanbaru Pilih Field Trip ke BMKG

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS — Meski merupakan daerah minim risiko gempa, puluhan siswa dari Pekanbaru kunjungi BMKG Padangpanjang, Kamis (9/4/2026).

Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Kesiswaan dan Humas SMA Cendana Pekanbaru, Arfiyanti menyebut kesadaran tanggap bencana harus ditanamkan bagi generasi pelajar.

Kunjungan 40 siswa SMA Cendana yang merupakan perwakilan dari Kelas X itu, dikatakan Afri juga merupakan bagian dari pembelajaran berkaitan dengan mata pelajaran Geografi.

Namun sebut Afri, yang lebih penting dari Field Trip itu adalah memberikan pembekalan pengetahuan bagi siswa, yang nantinya banyak akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Sumbar.

“Meski hari ini berada di daerah minim gempa, tapi nanti saat kuliah mereka banyak memilih di Sumbar yang merupakan daerah rentan dengan bencana gempa,” ungkap Afri.

Edukasi tanggap bencana, Afri menyebut SMA Cendana sangat disiplin tentang itu karena berada dalam komplek PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

“Hal kecil saja misalnya tentang cuaca, setiap hari anak-anak sudah dibiasakan bendera berwarna sebagai penanda tingkat polusi udara. Bender hijau yang dipasang, berarti udara sedang baik,” beber Afri.

Kepala BMKG Kelas I Padangpanjang, Dr Suaidi Ahadi MT membenarkan sangat pentingnya pemahaman tentang kegempaan bagi semua pihak.

Terutama di Sumbar yang memiliki risiko gempa lebih tinggi, semua elemen harus memahami sebagai sesuatu yang tidak harus ditakuti, namun disikapi dengan kesiapsiagaan.

“Salah satunya mengenali gempa. Jika gempa vertikal, berarti sumbernya sangat dekat dan jika gempa horizontal atau berayun, itu berarti jauh, sehingga kita tahu bagaimana harus bertindak,” ujar Suaidi.

BMKG disampaikannya, hampir setiap hari menerima kunjungan serupa. Tidak hanya sekolah dari luar dan Sumbar. Namun untuk kalangan sekolah di Padangpanjang, diakuinya sangat minim.

“Sementara kita sendiri di BMKG untuk memberikan edukasi ke sekolah itu sangat terbatas karena persoalan anggaran. Namun dengan adanya agenda bersama Pemko Padangpanjang tentang 100 Tahun gempa Padangpanjang, ini bisa dijadikan rangkaian kegiatan,” pungkas Suadi. (wrd)