EKSPRESNEWS.COM—Rangkaian Bulan Mitigasi Bencana Satu Abad Gempa Padang Panjang, Focus Group Discussion (FGD) hadirkan pengurus masjid dan mushalla se Padang Panjang di Lantai III Balaikota setempat, Sabtu (6/6/2026).
FGD yang diinisiasi Alfa Rescue dan Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang itu, menghadirkan pakar geologi Ade Edward, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Padang Panjang, Ade Sehabudin dan perwakilan BMKG Padang Panjang
Walikota Hendri Arnis yang membuka langsung kegiatan tersebut, mengharapkan FGD dapat melahirkan poin-poin strategis yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan ke depannya.
Secara umum, pemerintah daerah melalui dinas terkait telah memiliki peran yang terstruktur hingga ke pemerintah pusat. Namun diyakini banyak hal yang belum terpenuhi berkaitan dengan penanganan kebencanaan.
“Padang Panjang merupakan daerah yang rentan terhadap bencana. Melalui FGD dengan tema Peran Masjid dan Mushalla dalam Mitigasi Bencana, dapat melahirkan poin-poin strategis guna memperkuat mitigasi bencana,” ujar Wako Hendri.
Ketua DMI Padang Panjang, Ade Sehabudin dalam materinya, mengungkapkan sejumlah ayat dan hadist yang mengajarkan pentingnya mitigasi bencana.
“Mulai corong masjid, salah satunya dapat berfungsi sebagai jalur informasi yang valid dan bermanfaat menenangkan warga dan jemaah, seperti ketika terjadi bencana gempa misalnya,” ucap Ade.
Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi mengungkapkan sangat berharap dengan terbentuknya Forum Masjid Siaga Bencana (FMSB), Pemerintah Kota (Pemko) bisa menindaklanjuti dengan menerbitkan peraturan sebagai legal formal forum.
“Kita bersyukur FGD ditutup dengan pembentukan FMSB. Kami berharap, Pemko dapat menindaklanjuti ini dengan menerbitkan Peraturan Walikota (Perwako) atau sejenisnya,” tutur Rifnaldi. (wrd)











