EKSPRESNEWS – Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Disperdakop UKM terus memfasilitasi pengembangan usaha mikro berbasis perempuan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Bakti Nagari mendapat pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk olahan pangan dan melengkapi legalitas usaha, Rabu (12/11).
Dalam kunjungan pembinaan, Tim Disperdakop UKM memberikan arahan tentang pengemasan, desain merek, standar mutu, serta dokumen penting seperti NIB dan sertifikasi halal. Kepala Bidang Perdagangan, Azani Maizuar, menekankan pentingnya hal ini agar produk KWT dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional.
“Kami ingin setiap produk UMKM, khususnya kelompok perempuan, tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki legalitas lengkap sehingga bisa memasuki pasar modern dan menjalin kerja sama dengan perusahaan besar,” ujar Azani.
KWT Bakti Nagari telah memproduksi berbagai olahan unggulan, termasuk keripik bayam Brazil, bawang goreng, serta olahan kentang dan pepaya. Ketua KWT, Adra Yustin, menyebut keripik bayam Brazil menjadi favorit karena cita rasanya yang khas.
Selain itu, anggota KWT, Irne Febri, meneruskan usaha keluarga Annisa Chip and Cookies, dengan produk seperti serundeng jangek, stik keju, keripik kentang, keripik pisang, dan yoghurt. Irne menyesuaikan resep lama dengan tren pasar agar tetap diminati konsumen.
Disperdakop UKM juga mendampingi KWT Bakti Nagari dalam mempersiapkan kerja sama dengan Budiman Group, namun persyaratan administrasi dan legalitas harus terpenuhi terlebih dahulu.
Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi perempuan, meningkatkan daya saing produk lokal, dan menjadi inspirasi bagi kelompok wanita tani lain di Kota Padang Panjang.(abdi)











