EKSPRESNEWS – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menyampaikan, Kota Padang saat ini masih berduka, untuk itu perayaan Nataru tidak usah di besar-besaran. “Cukup sederhana saja bersama dengan keluarga. Tak perlu bepergian keluar kota, karena kondisi saat ini cuaca ekstrem,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra Mastizal Aye ketika diwawancarai media ini, Rabu, 24 Desember 2025. “Kemudian tidak ada izin menggelar acara orgen tunggal. Pemerintah Kota Padang tidak mengizinkan acara orgen tunggal di malam Nataru,” kata putra daerah Kuranji ini.
Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan korban banjir bandang agar ekonomi mereka segera pulih. “Sebaiknya, mari sama – sama kita mendoakan bagi para korban banjir bandang yang meninggal, kemudian kita juga doakan semoga secepatnya ekonomi mereka pulih kembali,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mastilizal Aye meminta Pemerintah Kota Padang untuk membangun rumah permanen bagi warga yang rumahnya terdampak banjir dan longsor. “Jangan hanya hunian sementara (Huntara), tetapi membagun rumah permanen bagi mereka,” ujarnya Ahad, 14 Desember 2025.
Apalagi, kata pria yang akrab disapa Aye ini, Presiden Prabowo telah berjanji akan mengganti rumah warga terdampak banjir. “Ada rumah asal mereka yang berada di bibir sungai, ada yang sudah di tengah sungai. Tentu mereka tak mungkin tinggal di sana, harus direlokasi ke tempat yang aman. Apalagi potensi bencana masih mengancam,” cakap politisi Partai Gerindra ini.
Sebenarnya, jelas Aye, ada dua langkah yang bisa dilakukan Pemko Padang. Pertama, normalisasi sungai dan membangun kanal. Kedua, mensiasati aturan agar mereka bersedia tanah asal mereka dijadikan fasilitas umum dan mereka ditempatkan di tempat aman.
Selain itu Aye mengingatkan Pemko Padang soal bantuan. Pemko harus berpikir jangka panjang soal bantuan. Jangan sampai bantuan habis, sedangkan kita masih butuh.
“Sekarang bantuan bertumpuk-tumpuk di posko. Ada pula donatur yang membagikan langsung. Tapi saya ingatkan, bantuan harus sampai ke warga, jangan ditumpuk-tumpuk, tetapi Pemko berfikir juga soal waktu tanggap darurat dan pasca tanggap darurat,” ujarnya. (*)











