EKSPRESNEWS – Untuk meningkatkan keamanan data pemerintah dan publik, Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Kominfo menggelar Sosialisasi Keamanan Informasi bagi ASN, Kamis (13/11), di Hall Lantai III Balai Kota. Acara ini menekankan pentingnya perlindungan data di era digital yang penuh tantangan.
Kepala Bidang e-Government dan Teknologi Informatika Kominfo, Rini Samirawati, menyampaikan bahwa serangan siber, kebocoran data, dan penyalahgunaan informasi merupakan ancaman nyata yang harus diantisipasi. “Data merupakan aset utama organisasi. Jika bocor, selain menimbulkan kerugian finansial, juga bisa merusak reputasi instansi dan menimbulkan risiko hukum,” ujarnya.
Menurut Rini, menjaga keamanan data meliputi kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan, yang bisa diterapkan melalui langkah-langkah sederhana seperti penggunaan password kuat, tidak membagikan data sensitif sembarangan, dan mematuhi kebijakan keamanan informasi.
Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat tata kelola keamanan informasi, mulai dari pengelolaan akun, penggunaan email dinas, hingga backup data secara berkala. “Kebiasaan sederhana ini membentuk budaya aman informasi di pemerintahan,” tambahnya.
Narasumber dari BSSN, Hanna Pratiwi, menekankan penerapan ISMS (Information Security Management System) sebagai strategi keamanan data berkelanjutan. Sistem ini menekankan lima aspek utama: kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan, keaslian, dan ketertelusuran data.
Hanna juga mengingatkan agar keamanan aplikasi SPBE diuji secara rutin, mencakup autentikasi, validasi input, kontrol akses, kriptografi, serta keamanan komunikasi dan penyimpanan data. Langkah ini penting agar layanan publik digital tetap aman dari ancaman siber.
Dengan sosialisasi ini, Pemko Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk melindungi data pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun ASN yang sadar akan risiko digital dan mampu menjaga integritas informasi publik.(abdi)











