EKSPRESNEWS – Dalam beberapa tahun terakhir, tren thrifting atau belanja pakaian bekas kembali naik daun, khususnya di kalangan generasi muda. Bukan sekadar hemat, thrifting kini dianggap sebagai salah satu cara untuk tampil lebih fashionable dan klasik dengan sentuhan unik yang sulit ditemukan di toko-toko modern.
Banyak anak muda berburu pakaian vintage di pasar loak, toko online, hingga pop-up thrift store yang kini menjamur di berbagai kota besar. Gaya yang mereka ciptakan tak hanya kreatif, tapi juga membawa kesan retro dan elegan yang menonjolkan karakter pribadi.
“Aku suka thrifting karena bisa nemuin item yang nggak pasaran. Kadang dapet celana atau jaket ala 80-an yang bikin style aku lebih standout,” ujar Rima (21), seorang mahasiswa yang gemar mix and match outfit thrift.
Tren ini juga mendorong munculnya komunitas fashion thrifter yang saling berbagi tips styling, lokasi thrift terbaik, hingga menggelar event fashion show bertema “recycle style”.
Tak hanya soal penampilan, thrifting juga membawa pesan sustainability. Dengan membeli pakaian bekas, masyarakat ikut mengurangi limbah tekstil dan mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Desainer lokal bahkan mulai terinspirasi dari model-model vintage untuk koleksi terbaru mereka, menciptakan gaya baru yang menggabungkan nuansa klasik dan modern. Gaya klasik seperti high-waist jeans, oversized blazer, dan blus vintage kini kembali jadi tren berkat geliat thrifting ini.
Dengan harga terjangkau, pilihan beragam, dan nilai gaya tinggi, tak heran jika thrifting kini menjadi cara baru untuk tampil stylish, klasik, dan tetap peduli pada bumi.
Nurul Aisyah Haq
Mahasiswi D4 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang











