EKSPRESNEWS – Pemerintah Kota Padang Panjang terus mendorong pendekatan kolaboratif dalam pembangunan daerah dengan melibatkan unsur Forkopimda dan Niniak Mamak dalam forum diskusi strategis, Selasa (10/3/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Pasar ini dipimpin langsung Wali Kota Hendri Arnis, didampingi Wakil Wali Kota Allex Saputra serta dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, aparat keamanan, dan tokoh adat dari sejumlah KAN.
Forum tersebut menjadi wadah bertukar gagasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga mempertimbangkan nilai adat dan kearifan lokal.
Salah satu fokus pembahasan adalah penataan Pasar Pusat yang saat ini tengah dilakukan pemerintah. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, kebutuhan pembangunan TPST baru juga menjadi prioritas, mengingat semakin meningkatnya volume sampah di kota. Pemerintah berencana memanfaatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk merealisasikan fasilitas tersebut.
Di sektor pariwisata, rencana pembangunan akses baru menuju kawasan PDIKM menjadi perhatian. Proyek ini dinilai strategis dalam meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat identitas budaya daerah.
Tak hanya itu, rencana pembangunan Sekolah Rakyat juga dibahas sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan terpadu yang inklusif.
Dalam arahannya, Wali Kota Hendri menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk tokoh adat yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi kunci agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mendapat dukungan luas dari masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi yang baik demi kelancaran pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Dengan melibatkan berbagai unsur, Pemko berharap pembangunan Padang Panjang dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.
Sinergi antara pemerintah, aparat, dan tokoh adat diyakini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang maju, tertib, dan berdaya saing.(WTD)











