EKSPRESNEWS — Puluhan tahun berlalu sejak meninggalkan bangku sekolah, namun ikatan sebagai alumni ternyata tidak ikut tergerus waktu. Semangat itulah yang kembali ditegaskan Yulizar Yusuf, Anggota Dewan Pembina Pusat sekaligus Penasehat Alumni SMEA/SMKN Payakumbuh Wilayah Jabodetabek, saat pelantikan pengurus periode 2026–2030.
Bagi Yulizar, organisasi alumni bukan sekadar tempat berkumpul dan bernostalgia. Lebih dari itu, wadah tersebut harus mampu menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun kepedulian, serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama alumni dan almamater.
“Yang paling utama adalah silaturahmi. Kita mungkin sudah puluhan tahun meninggalkan sekolah, tetapi hubungan kekeluargaan sebagai alumni harus tetap dijaga,” ujar Yulizar.
Yulizar memiliki kedekatan historis yang kuat dengan almamater. Ia merupakan lulusan SMEA Negeri Payakumbuh tahun 1973 dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (FE Unand) pada 1980.
Pengalaman panjang tersebut membuat Yulizar melihat organisasi alumni sebagai aset penting yang dapat menghubungkan lintas generasi.
Menurutnya, alumni SMEA/SMKN Payakumbuh yang kini tersebar di berbagai daerah, khususnya di kawasan Jabodetabek, memiliki potensi besar. Mereka datang dari beragam profesi, pengalaman dan latar belakang kehidupan.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dihimpun dalam semangat kebersamaan.
“Alumni kita banyak yang memiliki pengalaman dan kemampuan di berbagai bidang. Ini adalah potensi besar. Kalau kita bisa saling berkomunikasi dan bekerja sama, tentu banyak hal positif yang bisa dilakukan,” katanya.
Bukan Sekadar Nostalgia
Yulizar menekankan agar keberadaan organisasi alumni tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun pertemuan untuk bernostalgia.
Menurut dia, pertemuan alumni harus menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian yang lebih luas.
Terlebih, alumni yang berada di perantauan memiliki tanggung jawab moral untuk tetap mengingat almamater serta membantu generasi yang masih menempuh pendidikan.
“Jangan sampai organisasi ini hanya aktif ketika ada acara. Yang lebih penting adalah bagaimana komunikasi dan kepedulian antarsesama alumni terus berjalan,” tutur Yulizar.
Ia berharap kepengurusan Alumni SMEA/SMKN Payakumbuh Wilayah Jabodetabek periode 2026–2030 dapat menjadi wadah yang terbuka bagi seluruh alumni, baik generasi senior maupun generasi muda.
Menurutnya, perbedaan usia tidak boleh menjadi jarak. Justru pengalaman alumni senior dan energi generasi muda dapat saling melengkapi.
“Alumni senior memiliki pengalaman, sementara generasi muda memiliki energi dan gagasan. Kalau keduanya dipertemukan, saya yakin organisasi ini bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.
Menjaga Nama Baik Almamater
Pelantikan pengurus baru Alumni SMEA/SMKN Payakumbuh Wilayah Jabodetabek periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat kembali jaringan alumni di perantauan.
Yulizar berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta terus menjaga komunikasi dengan alumni yang berada di berbagai wilayah.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap alumni pada dasarnya membawa nama almamater dalam perjalanan hidupnya.
Karena itu, keberhasilan alumni di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari kebanggaan bersama.
“Di mana pun kita berada, kita tetap membawa nama sekolah. Karena itu, mari kita jaga nama baik almamater dan terus memberikan kontribusi yang positif,” kata Yulizar.
Semangat tersebut menjadi pesan penting dalam perjalanan organisasi alumni ke depan: sekolah boleh ditinggalkan oleh waktu, tetapi ikatan persaudaraan dan rasa memiliki terhadap almamater tidak boleh ikut hilang.
Bagi Yulizar Yusuf, menjadi alumni bukan sekadar status yang melekat setelah lulus dari sekolah. Alumni adalah sebuah ikatan yang dapat menjadi kekuatan untuk saling menguatkan, bahkan setelah puluhan tahun berpisah dari bangku pendidikan.
Sebagai Penasehat berharap kepada pengurus yang terpilih yaitu, Sdr. Bob Riel sebagai Ketua, didampingi oleh wakil Ketua Sdri. Popi Dahlan bersama Sdr Isman, serta sekretaris Sdri. Gusnimar bersama Hilda Widiawati, dan Sdr. Yuhelmi sebagai Bendahara, dapat memegang amanah ini sesuai dengan maksud dan tujuan pendirian organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART organisasi.
(Red)











