EKSPRESNEWS – Semesta’s Gallery yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan telah menampilkan karya kolektif seniman berpredikat internasional dan seniman nasional dari pulau Sumatra hingga Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu 9 Agustus 2025 lalu. Pameran Kolektif Out of Nowhere Volume 2 mengangkat tema Refleksi Mental : Ngeheng, dengan makna akan kesadaran terhadap kesehatan mental dalam praktik seni dari pendekatan medium yang jujur, terbuka dan personal, dimana pesan personal seniman bisa dirasakan pengunjung yang melihat dan hadir langsung di galeri.
“Maksud lain pameran ini bisa merayakan kebebasan gestural sebagai bentuk katarsis, sekaligus sarana menyuarakan keresahan dan luka yang sulit diungkapkan secara verbal” jelas kurator pameran Irene Agrivina, Jumat 15 Agustus 2025.
Peresmian pembukaan pameran pada 9 Agustus dibuka oleh Cosmas Gozali, arsitek sekaligus kolektor seni rupa. Sebanyak 37 seniman yang menyuguhkan karya pada pameran mendapatkan apresiasi dari Cosmas Gozali. “Pengisian ruang galeri memiliki desain yang sangat indah. Semesta’s Gallery harus masuk dalam radar medan seni Indonesia,” ucapnya.
Tercatat, ratusan pengunjung mendatangi pembukaan pameran hingga menikmati puluhan karya yang dipamerkan. Seniman-seniman yang hadir dalam pembukaan pameran antara lain Bob Sick Yudhita (Jogja), Bob Marjinal (Jakarta), Ismet ZE (Bandung), Andra Semesta (Jakarta), Fitra Rahardjo (Banten), Gede Austana (Bali/Australia), Ryan LH (Bandung), Digie Sigit (Jogja), Patub Porx (Jogja), Refi Mascot (Jakarta), Junko Pontoh (Jakarta/Jepang), Radilah (Jogja), Dieni Kartadinata (Bandung), Erwin x Paulina Erlangga (Bandung), Novianti x Chandra (Tanggerang Selatan), dan lain sebagainya.
Rangkaian acara berlanjut dengan pertunjukan seni yang memuat kritik dan drama oleh seniman Banten, Muhlis dengan tubuh penuh hingga mendapat respon dari para pengunjung dan seniman lainnya. Berlanjut dengan pertunjukan musik oleh Tunas Muda, Roadblock Dub Collective, Sampar x MC Eloops, Chalice dan Young and Uslees.
Pameran ini masih akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. “Kami mengajak publik untuk menikmati karya seni dengan atmosfer alam Jakarta Selatan yang anomali penuh hutan, taman yang asri dan luas serta belanja makanan, buku serta alat – alat seni penuh diskon dari 10 % hingga 15%,” ujar kurator Irene Agrivina. (*)











