EKSPRESNEWS – Mendapat pengalaman yang menyedihkan saat mencoba me-restore iPhone 11 di iFixied Benhil Jakarta, Jumat dipenghujung Oktober 2025. Konsumen memasuki iFixied Benhil tepat pukul 12 siang dan dilayani oleh Kasir yang langsung membantu me-restore iPhone.
“Prosesnya cukup lama, sepertinya data dan file yang ada didalam iPhone cukup besar mungkin 2 jam,” ujar Kasir sembari mencolokan iPhone ke Laptop didepannya.
Akan tetapi, mengingat waktu kejar ke bandara yang tidak mungkin, sang konsumen berusaha cancel penerbangan dari CGK – YIA pukul 14.30 siang. Tapi sang admin hanya menggeser penerbangan ke penerbangan selanjutnya. Walaupun akhirnya diputuskan untuk membatalkan tiket tersebut.
Sementara itu, konsumen beranjak pergi meninggalkan iFixied dengan iPhone yang diupayakan restore oleh pihak Kasir. Namun dengan kesepakatan, kasir akan menginfokan ketika progress restore mencapai diangka 90 persen, sehingga sang konsumen bisa kembali ke iFixied Benhil.
Waktu berlalu hingga pukul 16.12 wib, konsumen mempertanyakan via WA kepada kasir, ternyata kasir menginfokan masih proses 70 persen, jika sudah 90 akan diinfokan.
Namun, pada pukul 16.23 kasir menginfokan bahwa proses restore gagal indikasi di mesin IC NAND proses perbaikan estimasi 7-10 hari. Akhirnya konsumen datang. Disini permasalahan dimulai.
iPhone yang sebelumnya direstore di meja kasir, ternyata sudah berpindah ke lantai 3, sedangkan cassingnya berada di lantai 1 (bukan meja kasir). Ternyata pada proses restore sebelumnya di meja kasir sudah terjadi indikasi gagal, tapi kasir tidak memberikan informasi kepada konsumen.
Kasir berinisiatif untuk melakukan perbaikan kepada teknisi di lantai 3, tapi tidak mengkonfirmasikan kepada konsumen. Konsumen mempertanyakan prosedur service iPhone dan kenapa tidak dikonfirmasikan terlebih dahulu padahal iPhone milik konsumen telah gagal restore pertama kali pada pukul 15.30 wib, ini menurut pengakuan kasir.
Konsumen juga mempertanyakan apakah bisa cctv di lantai 3 diakses dan dibuka untuk memastikan tidak ada pembongkaran iPhone. Karena tidak masuk akal saja, jika sebelumnya iPhone diproses di meja kasir, lalu gagal, tidak ada konfirmasi kepada konsumen, lalu iPhone direstore di lantai 3. Pihak iFixied juga menyebutkan cctv tidak bisa diakses karena memori yang penuh.
Tak ada kejelasan dan pihak iFixied juga tidak bisa memberikan kepastian tidak terjadi pembongkaran terhadap iPhone milik konsumen, alhasil, konsumen saling kontak dengan manager area iFixied dan akan bertemu kembali setelah waktu Isya.
Jakarta sore hari hujan deras, petir menyambar. Konsumen akhirnya harus mencari penginapan tambahan. Konsumen hanya masyarakat daerah dari luar pulau Jawa yang sedang menjalankan tugas di Jakarta, bahkan untuk datang ke iFixied Benhil juga direkomendasikan oleh salah seorang pejabat di Jakarta.
Malam harinya disela hujan, konsumen kembali datang ke iFixied menggunakan transportasi online untuk bertemu dengan sang manager area. “Kami mohon maaf, cctv lantai 3 tidak bisa diakses karena memori penuh,” begitu pernyataan manager area iFixied kepada konsumen.
Akan tetapi, konsumen tetap membutuhkan bukti bahwa perpindahan iPhone dari meja kasir di lantai 1 ke ruang teknisi di lantai 3 tidak dapat dipenuhinya. Sehingga sang manager area pun meminta solusi bagaimana jalan keluar untuk persoalan tersebut.
Konsumen mengembalikan pertanyaan tentang solusi tersebut kepada manager, namun iFixied tidak memiliki SOP yang benar-benar untuk dijalankan. Lantas untuk apa membuat layanan service antar muka antara konsumen dengan teknisi jika hal seperti ini menjadikan konsumen krisis kepercayaan ?
Sang manager akhirnya mengusulkan untuk pergantian biaya atas kerugian waktu dan pesawat yang dicancel kepada konsumen pada esok harinya, Sabtu 1 November 2025, namun hingga tulisan ini dibuat tidak ada realisasinya. Pada tengah hari saat dihubungi, manager iFixied Benhil meminta tiket pesawat yang dicancel. Konsumen tidak bisa memenuhi karena data ada di dalam iPhone yang gagal restore tersebut.
Menariknya, pada Sabtu malam, manager mengirimkan pesan WA menginfokan bahwa (persoalan) ini akan disidang di hari Senin dan pihak iFixied Benhil meminta ID sang konsumen.
Lantas untuk apa “sidang” jika pengalaman menyedihkan ini sudah terjadi ? Hanya masyarakat yang bisa menilai semuanya. (Red)
Konsumen adalah pemimpin redaksi EkspresNews.com











