EKSPRESNEWS – Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi harus berjalan dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh masyarakat yang terdampak oleh proyek tersebut.
Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Allex Saputra saat menghadiri rapat koordinasi penyusunan daftar pihak yang berhak dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol ruas Sicincin–Bukittinggi.
Menurut Allex, pembangunan infrastruktur berskala besar memang diperlukan untuk mendorong kemajuan daerah. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap menjamin perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa setiap warga yang lahannya terdampak harus memperoleh kepastian hukum dan mendapatkan informasi yang jelas mengenai seluruh tahapan yang akan dilaksanakan.
Pemerintah daerah juga meminta agar proses sosialisasi dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat memahami manfaat pembangunan sekaligus mengetahui mekanisme ganti kerugian yang tersedia.
Selain itu, aspek sosial dan budaya turut menjadi perhatian dalam proses perencanaan. Keberadaan fasilitas umum, rumah adat, hingga kawasan pemakaman harus dipertimbangkan secara matang.
Allex menilai komunikasi yang baik akan membantu mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lebih lancar dan kondusif.
Pemerintah daerah berharap seluruh pihak yang terlibat mampu memberikan penjelasan yang akurat dan mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan informasi yang simpang siur.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai unsur masyarakat turut menyampaikan pandangan dan harapan terkait rencana pembangunan jalan tol yang akan melintasi sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh masukan yang berkembang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan berikutnya agar kebijakan yang diambil lebih komprehensif.
Komitmen untuk mengedepankan asas keadilan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek pembangunan strategis nasional tersebut.
Dengan pendekatan yang terbuka dan partisipatif, pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi diharapkan mampu memberikan manfaat luas tanpa mengabaikan hak masyarakat yang terdampak.(WTD)











