EKSPRESNEWS – Kendati perpanjangan kontrak pegawai tidak tetap diminta oleh Wakil Rektor III Universitas Andalas (Unand) adalah kabar gembira namun sebenarnya adalah sebuah ilusi belaka guna mengangkangi aturan dan syarat sebuah perguruan tinggi mendapat status PTNBH.
Narasi diatas diungkapkan oleh salah seorang tenaga kependidikan (tendik) Unand kepada wartawan disela-sela kesibukannya mengurus administrasi kampus mengatakan bahwa Rektor Unand Efa Yonnedi pun sudah berjanji dihadapan ratusan tendik akan diangkat menjadi pegawai tetap sebagai amanat syarat PTNBH.
“Februari lalu kami berkumpul di aula rektor lantai 4. Disana Rektor berjanji kepada kami bahwa akan dilakukan pengangkatan sebagai pegawai tetap secara bertahap mulai bulan Agustus,” ungkapnya yang meminta identitasnya disembunyikan, Senin 22 Desember 2025.
Saat ditanya apakah ada bukti Rektor berjanji sesuai pernyataannya, sang tendik menjelaskan bahwa pada saat itu hampir seluruh tendik merekam bahkan live di youtube untuk dokumentasi.
“Tapi itu semua hanya sampai Sekretaris Unand yang berbicara serta meminta kami untuk tidak merekam dan membocorkan hasil pertemuan itu, statment tersebut kami punya bukti. Bahkan untuk janji rektor itu, ada 800 orang tendik sebagai saksinya,” katanya.
Seiring berjalan waktu setelah pertemuan tendik dengan rektor pada bulan Februari lalu, ada tim yang dibentuk untuk proses pengangkatan yang dijanjikan secara bertahap mulai bulan Agustus.
“Saya kurang mengetahui secara pasti, tapi analoginya begini, tim dibentuk sebanyak 7 orang yang terdiri dari berbagai elemen termasuk dosen. Namun, saat berada di tangan rektor, 7 orang tersebut ditukar dan dipilih lagi tapi tidak melalui kesepakatan. Ini ada apa ? Akankah hanya orang-orang tertentu yang akan diangkat ? ujarnya sembari menyeka keringat diselasar koridor kampus Unand Limau Manis.
Dugaan sang tendik tersebut mulai terlihat saat rapat beberapa hari lalu di Rektorat. Informasinya hanya akan diangkat 70 orang saja dengan jabatan Programer, Bendahara, dan Pengelola Data Informasi. “Kegelisahan kami sebagai tendik terbukti karena yang dibahas hanya 70 orang saja, itupun dilakukan uji seleksi kembali, makin aneh saya rasa,” sesalnya yang sudah mengabdikan diri di Unand lebih dari 7 tahun.
Hingga berita ini diterbitkan pesan konfirmasi yang dikirimkan kepada WR III Kurnia Warman tak kunjung mendapatkan balasan. Sementara itu Aidinil Zetra dalam sambungan telfon berjanji akan memberikan tanggapan, Kamis pekan lalu.
Sang Sekretaris Universitas juga mengirimkan pesan selang 2 jam setelah percakapan telfon pada hari Kamis lalu mengatakan sedang mengantarkan bantuan untuk korban bencana, belum sempat menulis tanggapan saat itu. Bahkan sampai berita ini dipublish, belum juga selesai mengantarkan bantuan untuk korban bencana. (Abdi)











