EKSPRESNEWS – Muncul surat permintaan data kepegawaian Tenaga Kependidikan (Tendik) Pegawai Tidak Tetap Universitas Andalas (Unand) Padang. Dikarenakan sudah habis masa kontrak, pihak rektorat melalui Wakil Rektor III meminta data Perpanjangan Masa Tugas PTT.
Alih-alih menjadi kabar baik, 800 lebih Tendik mengungkapkan rasa kecewa terhadap pihak rektorat, sebelumnya di Bulan Februari 2025, tendik sudah dijanjikan oleh Rektor Unand akan diangkat sebagai pegawai tetap universitas secara bertahap. Hal ini merupakan sebuah keharusan karena syarat mutlak perguruan tinggi berstatus PTNBH adalah pengangkatan honerer.

“Surat itu beredar di group WA dan menjadi kabar buruk bagi kami para tendik. Sebab sebelum-sebelumnya, tidak ada permintaan perpanjangan status pegawai tidak tetap ini, langsung saja kami dapat SK. Tapi kali ini membawa kabar pertakut, sebab kami sudah dijanjikan akan diangkat sebagai pegawai tetap sesuai amanat PTNBH,” ujar salah seorang tendik kepada EkspresNews, Senin 15 Desember 2025.
Surat ini, kata Tendik tersebut, tidak ada mukodimah terkait janji rektor yang akan mengangkat Tendik secara bertahap. “Seingat kami semua, sewaktu audiensi dengan Rektor di aula rektorat lantai 4, akan dilakukan pengangkatan secara bertahap, ini yang kami was-was, ternyata benar tidak ada kejelasan dari janji manis tersebut, pihak rektoratpun tidak ada yang memberikan informasi,” ujarnya berkaca-kaca penuh harap dengan janji rektor terkait pengangkatan.
Ia menyayangkan sikap dingin para pimpinan universitas yang memandang sebelah mata terhadap tendik. Menurutnya, ini adalah nasib sial dari janji manis rektor Unandsl sewaktu audiensi awal tahun 2025 yang lalu.
“Kami didengar waktu itu karena kami turun menduduki rektorat, apa perlu dilakukan lagi ? Atasan kami, rektor Unand sendiri yang berjanji, apa perlu demo jilid kedua ? Tapi jika terjadi, saya yakin akan lebih tidak terkontrol amarah dari kawan-kawan tendik yang lain yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri di Unand,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, meyakini bahwa pimpinan Unand itu sejatinya punya hati nurani, sebab kami bekerja dilevel bawah sebagai buruh dengan standar gaji yang tidak memadai tapi bobot kerja cukup tinggi. Berbanding terbalik dengan para pimpinan yang berdasi, standar gaji ganda, hidupnya enak.
“Kami tidak mencari kerja enak, tapi kerja layak yang kami perjuangkan. Saya yakin pimpinan itu punya hati nurani sebab saya liat di medsos, pimpinan Unand menyatakan duka terhadap musibah di Sumatera, tapi belum ada pernyataan prihatin terhadap keadaan kami yang satu atap dengan mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Kurnia Warman yang dihubungi mengatakan terkait info dan kebijakan pengelolaan dan karir kawan-kawan tendik di Unand akan disampaikan langsung oleh Pak Aidinil Zetra ya, Sekretaris Universitas.
Akan tetapi, konfirmasi yang dimintakan kepada sang juru bicara Unand itu, Aidinil Zetra belum memberikan keterangan apapun sampai berita ini ditayangkan. Kurnia Warman mengatakan akan mengkoordinasikan segera dengan Aidinil untuk memberikan keterangan. (Abdi)











