Berita

Pengamat : Integritas Rektor Unand Jadi Taruhan Usai Janjikan Nasib Tendik, Mau Jadi Calon Gubernur Pula ?

×

Pengamat : Integritas Rektor Unand Jadi Taruhan Usai Janjikan Nasib Tendik, Mau Jadi Calon Gubernur Pula ?

Sebarkan artikel ini
Rektor Unand Efa Yonnedi.

EKSPRESNEWS – Surat permintaan data kepegawaian Tenaga Kependidikan (Tendik) Pegawai Tidak Tetap Universitas Andalas (Unand) Padang dari Wakil Rektor III, alih-alih menjadi kabar baik, 800 lebih Tendik kecewa terhadap pihak rektorat, tendik sudah dijanjikan oleh Rektor Unand akan diangkat sebagai pegawai tetap universitas secara bertahap.

Persoalan ini mendapat perhatian dari pengamat pendidikan Mutya Shafiq yang mengatakan bahwa integritas rektor Efa Yonnedi menjadi taruhannya usai berjanji kepada 800 lebih tendik Unand.

“Saya sempat mengikuti beritanya karena Tendik Unand demo diawal tahun. Kalau sewaktu audiensi dengan rektor, berarti ini tidak hanya persoalan nama lembaga pendidikan Andalas, tapi rektor secara pribadi yang katanya sudah memperjuangkan nasib Tendik, apalagi ini berkaitan dengan status perguruan tinggi, PTNBH,” ujar aktivis 98 itu melalui sambungan WA, Senin 15 Desember 2025.

Surat itu beredar di WAGroup tentu menjadi keresahan, pertanyaannya mana janji rektor ? Mutya menimpali dugaan rektor ingkar janji dengan tidak adanya keterbukaan nasib karir dari Tendik yang sudah puluhan tahun bekerja di Unand.

“Kawan-kawan tendik itu posisinya cukup sentral dalam pergerakan roda perkuliahan. Sebab mereka yang turun berhadapan dengan semua lini, tapi kali ini nasib mereka dipertaruhkan. Aneh juga jika sebelum-sebelumnya tidak ada surat resmi terkait perpanjangan kontrak, bahkan surat perpanjangan kontrak yang harusnya kabar baik, bagi mereka adalah kabar buruk,” ungkap alumni Universitas Pancasila ini.

Mutya berharap persoalan tendik ini bisa segera terjawab dan ada kejelasan status dari janji rektor yang merupakan amanat syarat PTNBH itu sendiri.

“Ayo donk pak Rektor, kasih tendik kejelasan, jika bawahan anda yang ngurusi tendik lelet dan lemot bekerja, ganti saja. Toh anda punya kuasa untuk itu, tapi jika pak Rektor tak mau bersikap, ya tinggal dipilih saja, ngurus kampus atau saya dengar-dengar mau maju jadi calon gubernur Sumbar pula,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Kurnia Warman yang dihubungi mengatakan terkait info dan kebijakan pengelolaan dan karir kawan-kawan tendik di Unand akan disampaikan langsung oleh Pak Aidinil Zetra ya, Sekretaris Universitas.

Akan tetapi, konfirmasi yang dimintakan kepada sang juru bicara Unand itu, Aidinil Zetra belum memberikan keterangan apapun sampai berita ini ditayangkan. Kurnia Warman mengatakan akan mengkoordinasikan segera dengan Aidinil untuk memberikan keterangan. (Abdi)