Berita

Melihat Kondisi sekretariat KNPI Yang Memprihatinkan dan Bungkamnya Ketua Menimbulkan Tanda Tanya

×

Melihat Kondisi sekretariat KNPI Yang Memprihatinkan dan Bungkamnya Ketua Menimbulkan Tanda Tanya

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Pemuda merupakan Agen Of Change serta memiliki ide kreatif, bukan hanya sekedar Permuda Entrepreneur yang tak jelas arah tujuan dan siapa yang di untungkan. Tapi, ketika kita melihat kondisi bangunan sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sangat miris melihatnya dan ini yang jadi sorotan kembali bagi kami. Gedung yang semestinya menjadi pusat aktivitas kepemudaan itu sekarang bagaikan bangunan terbengkalai.

Cat dinding mushalla yang mengelupas bagian luar dan dalam, plafon yang bolong di karenakan atapnya sudah mulai bocor dan fasilitas pertemuan pemuda jauh dari kata layak. Jaringan internet yang merupakan kebutuhan vital sebagai penunjang kegiatan organisasi pun terputus akibat tunggakan dan mungkinkah PDAM juga ada tunggakannya ?

Alih-alih merespon kegelisahan pemuda dan publik, Ketua KNPI Sumbar periode 2021-2024 dan telah di perpanjang menjadi 2025, Nanda Satria memilih untuk bungkam dengan seribu bahasa. Upaya redaksi menghubungi lewat sambungan telepon pada hari Kamis (28/08/2025), tak berbalas.

Berita Terkait: KNPI Sumbar Gersang dan Memprihatinkan, Siapa Yang Bertanggung Jawab…???

Aksi diamnya Nanda menambah panjang daftar kekecewaan kalangan muda terhadap kepemimpinan Nanda dalam organisasi tersebut. Seharusnya sesibuk apapun seorang Ketua Sebagai Anggota Dewan, Harus Meluangkan Waktu Untuk Mengunjungi Sekretariat KNPI Sumbar dan Bukan Kesibukan Dijadikan Suatu Alasan, kata seorang Narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, sejak awal 2025 bisa jadi Nanda Satria tidak mengambil absen kesekretariatan atau tidak memperlihatkan batang hidungnya sebagai bentuk kepedulian yang telah mengantarkan namanya ke DPRD Sumbar.

Menurutnya, posisi jabatan ketua KNPI Sumbar hanya dijadikan sebagai batu loncatan bagi Nanda dalam meniti karier agar menjadi Wakil Rakyat. “Sekretariat terbengkalai dan mati, para pemuda kehilangan rumahnya,” ujarnya.

Kritik serupa juga datang dari para aktivis dan Alumni KNPI sendiri. Mereka menilai KNPI Sumbar kehilangan ruh kepemudaan karena ditinggalkan pemimpinnya. “Bagaimana mau menggerakkan pemuda kalau rumah sendiri saja tidak terurus,” kata seorang aktivis di Padang sambil menghisap rokok dan berkata “KAMI BUKAN IRI” sebagai kata penutupnya.

Dorongan agar KNPI Sumbar segera berbenah pun semakin menguat di tengah isu kebangsaan yang semakin kompleks, pemuda di sebut membutuhkan ruang konsilidasi. Namun, alih-alih menjadi pusat gagasan dan mengimplementasikan visi misi yang berapi-api ketika menjadi calon ketua KNPI Sumbar, sekretariat justru berubah menjadi simbol ketidakpedulian. Siapa yang disalahkan dalam hal ini…???

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu klarifikasi dari Ketua KNPI Sumbar serta pihak-pihak terkait lainnya.
(KmK)