EKSPRESNEWS – Mekanisme proyek strategis di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang diduga tidak sepenuhnya berjalan sesuai prosedur atau sistem lelang terbuka.
Konon informasi yang beredar menyebut adanya campur tangan dari kelompok tertentu melalui sebagai pialang dalam mengatur siapa rekanan yang akan menggarap paket pekerjaan dari institusi tersebut.
Mencuaknya nama H. W**, yang merupakan Direktur dari PT Mthri Trbit, disebut sebagai dalang dalam jaringan itu. Lelaki ini dijuluki sebagai “pintu masuk” bagi kontraktor yang ingin mendapat proyek di BWSS V Padang. “Tanpa persetujuan darinya sebagai cukong proyek, yang merupakan pintu masuk dalam mendapatkan jatah pekerjaan akan tertutup dengan rapat,” kata seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di Padang, pekan lalu.
Kementerian PU melalui BWSS V Padang pada tahun anggaran 2025 tercatat bakal melelang proyek senilai ratusan miliar rupiah. Adapun beberapa di antaranya, pembangunan pengendali lahar sedimen kawasan Gunung Merapi (Rp62,29 miliar), pembangunan pengendali banjir Batang Mangor (Rp19,3 miliar), pembangunan pengaman pantai di Kabupaten Kepulauan Mentawai (Rp10,53 miliar), serta pembangunan pengendalian banjir Batang Agam di Kota Payakumbuh (Rp51 miliar).
Selain itu ada juga proyek pembangunan sarana pengendalian banjir Batang Lembang (Rp55,8 miliar), revitalisasi Danau Singkarak (Rp27 miliar), pembangunan jaringan irigasi di Kawasan Sawah Laweh (Rp11,56 miliar), rehabilitasi irigasi Batang Anai di Kabupaten Pariaman (Rp12,5 miliar), serta pembangunan pengendali Batang Suliti (Rp30,63 miliar). Proyek pengendalian banjir di Kabupaten Dharmasraya juga termasuk dalam daftar, meski nilai kontraknya belum diumumkan.
Menurut narasumber tadi, sebagian besar paket itu sudah “dikunci” dari awal. “Permainan ini terkesan disembunyikan, bahkan seolah direstui. Tak ada reaksi sama sekali sehingga berjalan mulus dan mungkin sudah berlangsung lama,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BWSS V Padang belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi berupaya menghubungi Kepala Balai dan pejabat terkait, namun panggilan telepon serta pesan singkat tak kunjung dijawab.
Media masih tahap mengumpulkan data-data dan upaya konfirmasi pihak terkait lainnya sampai berita ini ditayangkan.
(KmK)











