Berita

Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Padang Mendadak Diliburkan: PAUD hingga SMP Beralih ke PJJ

×

Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Padang Mendadak Diliburkan: PAUD hingga SMP Beralih ke PJJ

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Kabut asap semakin tebal dan kualitas udara Kota Padang memburuk. Pemerintah Kota (Pemko) Padang akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Selasa (8/9/2026) bagi satuan pendidikan PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Padang.

Keputusan ini diambil setelah kualitas udara di Kota Padang dilaporkan telah masuk kategori berbahaya, dengan indeks kualitas udara mencapai 430 AQI US dan konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 290,2 µg/m³.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena paparan polusi udara dengan konsentrasi partikulat tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

Fadly Amran Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pengalihan pembelajaran tatap muka menjadi daring merupakan langkah mitigasi pemerintah untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

“Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya per hari ini. Sekolah dilakukan secara daring, dan kami juga menghimbau warga Kota Padang untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang, atau gunakan masker ketika harus berkegiatan di luar ruang. Semoga kualitas udara kita segera membaik,” kata Fadly Amran.

Dengan kebijakan tersebut, aktivitas belajar siswa untuk sementara dilakukan dari rumah. Orang tua atau wali murid diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kondisi udara belum membaik.

Kabut Asap Tebal, Disdikbud Instruksikan Sekolah Terapkan PJJ

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, membenarkan pengalihan proses belajar mengajar tersebut.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal dan kualitas udara yang tidak lagi aman bagi aktivitas di luar ruangan.

“Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, kami menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ atau belajar dari rumah secara daring. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak-anak kita,” ujar Yopi.

Disdikbud Kota Padang mengimbau seluruh sekolah untuk menyesuaikan proses pembelajaran selama PJJ sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun siswa tidak datang ke sekolah.

Orang Tua Diminta Waspada

Selama pembelajaran dilakukan dari rumah, orang tua diminta ikut mengawasi aktivitas anak. Disdikbud mengimbau agar anak-anak mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah selama kualitas udara masih buruk.

Jika dalam kondisi tertentu anak harus keluar rumah, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan.

Pemko Padang bersama Disdikbud juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara.

Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan atau kebijakan PJJ perlu diperpanjang.

Dengan kualitas udara yang mencapai 430 AQI US, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama Pemko Padang. Warga kini diminta menunggu perkembangan kualitas udara sebelum aktivitas sekolah kembali normal.