Berita

Tak Ada Keseriusan Unand Mengurus Tendik Sesuai Amanat PTNBH, Rektor Kerja Pencitraan Saja ?

×

Tak Ada Keseriusan Unand Mengurus Tendik Sesuai Amanat PTNBH, Rektor Kerja Pencitraan Saja ?

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Gonjang-ganjing persoalan Tenaga Kependidikan (tendik) Universitas Andalas (Unand) yang sampai saat ini belum mendapatkan kepastian pengangkatan sebagai Pegawai Tetap sesuai amanat PTNBH sejak Februari 2025 makin runyam.

“Sejauh ini tidak ada informasi sejak kemaren ada 70 tendik yang diangkat. Ada sisa 730 tendik lagi yang menanti nasibnya, bahkan gaji saja di tahun 2026 ini masih ada yang belum dibayarkan,” ungkap salah seorang tendik yang tak ingin disebutkan namanya, Kamis 12 Februari 2026.

Menurutnya, secara internal tidak ada kejelasan dan informasi alihstatus pegawai sehingga muncul pertanyaan apakah Unand serius membenahi tata kelola universitas kearah yang lebih baik ?

“Sudah carut marut komentar kawan-kawan tendik didalam group WA Asosiasi. Bahkan dulu kawan tendik yang vokal berjuang setelah diangkat, jadi diam seribu bahasa. Informasi secara internal pun tidak ada kejelasan, apa benar Rektor tengah sibuk pencitraan jadi bakal calon gubernur sehingga lupa dengan tugasnya di rektorat ?” tanyanya mengeluhkan.

Tapi sayang, pesan konfirmasi kepada Rektor Unand Efa Yonnedi yang dikirimkan dari 3 akun WA kepada sang pimpinan kampus, tak satupun yang diresponnya. Sehingga masyarakat kehilangan haknya untuk mengetahui bagaimana tanggapan pihak Unand.

Persoalan tendik Unand mendapat perhatian serius dari Miranda Syofia, salah seorang pengamat pendidikan yang peduli terhadap nasib perguruan tinggi seperti masalah di Unand ini.

“Ramai profesor disana tapi seakan tak peduli dengan nasib para tendik. Bukankah tendik ini bagian dari keluarga besar ? Lantas nasib mereka yang mendapat upah tidak layak, status merekapun juga digantung. Padahal amanat PTNBH itu jelas,” ujar Miranda saat dikonfirmasi, Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya sudah semakin pelik dan mencekik, dalam akun media sosial Unand terlihat sekali rektor bekerja namun persoalan tendik ini tidak terlihat ujungnya mau dibawa kemana.

“Langkah mundur dan bunuh diri, betul kata Profesor Werry beberapa waktu lalu, sebagai mantan rektor beliau berpikir bahwa penurunan status PTNBH kembali ke BLU adalah langkah mundur. Tapi SDM rektor saat ini yang tidak mumpuni menghandle PTNBH itu sendiri. Kalau mantan Rektor Prof Werry Darta Taifur jelas pasti mampu. Ya mau bagaimana lagi kan, gaji tendik yang statusnya tidak jelas malah terlambat, ini kan nyata salah urus,” tegasnya.

Ironisnya, rektor Efa Yonnedi yang digadang-gadang jadi bakal calon gubernur dari salah satu partai politik ini juga dinilai tidak serius mengurus persoalan tendik. Dikatakan Miranda, sewaktu tendik demo pada tahun 2025, sebelum peristiwa demo terjadi ada satu tendik yang dipanggil oleh rektor.

“Jadi info yang diterima, sehari sebelum tendik demo tahun lalu, ada tendik yang dipanggil ke rumah dinas rektor. Rektor menduga tendik ini adalah koordinator demo tapi nyatanya bukan menariknya tendik yang dipanggil ini adalah orang terdekat dari keluarga sang rektor. Nah, si tendik ini juga masuk dalam daftar 70 orang yang diangkat, sumber informasi sangat layak dan patut dipercaya,” ujar Miranda menutup pembicaraan. (Abdi)