Berita

Pengangkatan 70 Tendik Unand Diduga Sarat Nepotisme ?

×

Pengangkatan 70 Tendik Unand Diduga Sarat Nepotisme ?

Sebarkan artikel ini
Tendik Unand Demo Terkait Alih Status Pegawai Tidak Tetap Menjadi Pegawai Tetap sesuai Amanat PTNBH, Februari 2025. (Ist)

EKSPRESNEWS – Dugaan nepotisme pengangkatan 70 dari 800 Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Andalas menjadi tanda tanya besar bagi banyak kalangan. Apalagi amanat alih status dari pegawai tidak tetap menjadi pegawai tetap adalah syarat Unand mendapatkan status PTNBH makin dirusak akibat dugaan kongkalingkong nepotisme dalam pusaran kemunafikan. Rektor tutup mata ?

Hal tersebut diungkapkan Ramon Firmansyah saat menelisik surat keputusan Rektor terkait pengangkatan 70 tendik dipenghujung tahun 2025 itu. “Berlagak elit dan profesional tapi minim dengan empati serta keadilan sosial. Itulah realita kaum borjuis saat menahkodai perguruan tinggi, naif dan penuh dengan aroma nepotisme,” ungkapnya saat dijumpai di parkiran Rektorat Unand, Rabu 28 Januari 2026.

Ramon mengatakan bahwa surat keputusan rektor terkait pengangkatan tendik Unand tersebar luas yang bisa ditelaah satu persatu. “Bukan dalam artian tidak bersyukur ada tendik yang dialih status dari pegawai tidak tetap menjadi pegawai tetap, melainkan bagaimana cara berpikir tim seleksi hingga unsur pimpinan yang terlibat,” katanya.

Disini kata Ramon, diduga praktek culas nepotisme dengan mengalih status tendik yang memiliki unsur kedekatan bahkan kekeluargaan. “Arogansi pimpinan universitas yang merasa menjabat sehingga kebijakan pengangkatan juga tidak masuk akal. Apakah sejauh ini para tendik secara keseluruhan mengetahui syarat atau unsur yang ditetapkan oleh tim seleksi, nah disini praktek nepotisme itu,” ujarnya.

Kata Ramon, bisik-bisik orang rektorat yang ia dengar ada keluarga istri rektor yang mendapat perlakuan spesial. “Ya itu salah satunya, kerabat dari istri rektor langsung dialihstatus menjadi pegawai tetap. Dulu sewaktu menjadi pegawai tidak tetap, apapun permintaan si pegawai ini, selalu lebih cepat dipenuhi rektorat ketimbang permintaan dari dekanat. Ya maklum the power orang dalam,” ungkap Ramon meminta nama sumbernya disamarkan.

Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi yang dikonfirmasi melalui 3 nomor WA hingga berita ini tayang tidak memberikan respon apapun kendati pesan tersebut telah tersampaikan ke akun WAnya.

Sebelumnya Tendik Unand telah melakukan aksi demo dan audiensi langsung dengan rektor pada bulan Februari 2025 yang lalu. Rektor berjanji akan melakukan pengangkatan secara berkala di tahun 2025, namun pada realisasinya baru 1 kali pengangkatan dan hanya 70 orang dari 800 tendik yang ada. (Abdi)