Berita

Ombudsman Dorong Kampus Selaraskan Program dengan Kebutuhan CPNS

×

Ombudsman Dorong Kampus Selaraskan Program dengan Kebutuhan CPNS

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Anggota Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng mendorong agar universitas dan perguruan tinggi menyelaraskan program pendidikannya dengan kebutuhan rekrutmen calon pegawai negeri sipil untuk memudahkan lulusannya mendaftar sebagai abdi negara.

“Yang cukup krusial adalah proses pendidikan. Ini antara rezim pendidikan yang mengatur tentang lulusan-lulusan ini dengan segala gelar-gelar, dengan rezim kepegawaian itu sampai sekarang belum connect benar,” kata Robert di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Kamis.

Robert mengatakan lembaganya memahami bahwa perguruan tinggi tersebut memang tidak selalu mengarahkan lulusannya untuk menjadi PNS.

Meski demikian, dia menilai bahwa keselarasan antara program pendidikan dan persyaratan rekrutmen CPNS akan lebih bermanfaat bagi para alumni perguruan tinggi tersebut.

“Dia (perguruan tinggi) enggak kepikiran bahwa orang-orang ini nanti ketika masuk ke ASN, dia kesulitan karena persyaratan formasinya beda. Nah yang begini terjadi terus,” ujarnya.

Ia mengatakan pada seleksi CPNS 2024–2025 Ombudsman telah duduk bersama dengan Dirjen Pendidikan Tinggi, yang sekarang telah bertransformasi menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait persyaratan pendidikan.

“Nah solusi tahun ini adalah kemudian formasi itu dikunci kualifikasi pendidikannya. Ketika dikunci kualifikasi pendidikan, muncul masalah di daerah, antara yang dibutuhkan dengan yang sudah dikunci tadi itu berbeda lagi. Memang masalah-masalah perubahan seperti ini cukup sering terjadi,” kata Robert.

Robert mengatakan dalam laporan Seleksi CPNS 2024-2025: Evaluasi Barbasis Pengawasan Ombudsman RI, tercatat ada 249 pengaduan yang diterima oleh Ombudsman terkait seleksi CPNS, dengan pengaduan terbanyak terkait dengan kualifikasi pendidikan pada formasi tertentu yang tidak seragam antar institusi. (Red)