Pariwara

HUT 111 YSO Adabiah Padang, Perkuat Lembaga Jadi Pilar Pendidikan Bangsa

×

HUT 111 YSO Adabiah Padang, Perkuat Lembaga Jadi Pilar Pendidikan Bangsa

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS — Memasuki usia ke-111 tahun, Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah Padang terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi salah satu pilar pendidikan di Sumatera Barat. Lebih dari satu abad perjalanan, Adabiah tidak hanya mempertahankan eksistensinya, tetapi juga berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keadabiahan.

Momentum peringatan HUT ke-111 YSO Adabiah menjadi refleksi panjang perjalanan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 23 Agustus 1915 tersebut. Dalam usia yang telah mencapai lebih dari satu abad, Adabiah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan nilai agama dan kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Ketua Pengurus YSO Adabiah Padang, Drs. H. Aristo Munandar, menjadi salah satu figur yang terlihat dalam rangkaian kegiatan peringatan tersebut. Di bawah kepengurusan YSO Adabiah, penguatan kualitas pendidikan menjadi salah satu perhatian utama, seiring meningkatnya tantangan yang dihadapi dunia pendidikan.

YSO Adabiah saat ini menaungi sejumlah unit pendidikan, mulai dari TK Adabiah, SD Adabiah, SMP Adabiah, SMA Adabiah, SMA Adabiah 2 hingga perguruan tinggi STIA Adabiah. Keberadaan berbagai jenjang pendidikan tersebut menjadi modal penting bagi yayasan untuk membangun kesinambungan pendidikan sejak usia dini hingga pendidikan tinggi.

Dalam perjalanan panjangnya, Adabiah juga dikenal memiliki sejarah penting dalam perkembangan pendidikan di Sumatera Barat. Lembaga yang didirikan Syekh Abdullah Ahmad itu telah melahirkan sejumlah tokoh yang kemudian berkiprah di tingkat nasional. Sejarah panjang tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi keluarga besar Adabiah untuk terus menjaga kualitas dan relevansi lembaga pendidikan tersebut.

Memasuki era pendidikan yang semakin kompetitif, YSO Adabiah tidak hanya mengandalkan nama besar dan sejarah. Berbagai program unggulan terus dikembangkan, antara lain peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum inovatif, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, kelas unggulan, tahfiz dan tahsin, pembelajaran keminangkabauan, kader mubaligh, bahasa asing serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui Lima Pilar Keadabiahan yang menjadi bagian penting dari karakter pendidikan di lingkungan YSO Adabiah. Lima pilar tersebut meliputi keislaman, kebangsaan, kekeluargaan, kedisiplinan dan keprofesionalan.

Komitmen tersebut mulai terlihat dari perkembangan prestasi dan jumlah peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah-sekolah di bawah YSO Adabiah mencatat peningkatan jumlah siswa serta prestasi akademik maupun nonakademik. Sejumlah lulusan juga berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Pada 2026, misalnya, YSO Adabiah mencatat peningkatan jumlah siswa yang lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sebanyak 117 siswa dinyatakan lulus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 79 siswa. Dari jumlah tersebut, 20 siswa diterima di perguruan tinggi di luar Sumatera.

Selain akademik, penguatan karakter juga menjadi perhatian. Program kader mubaligh terus dikembangkan dengan melibatkan siswa untuk berdakwah di masjid dan mushala. Pada 2026, tercatat 34 siswa aktif dalam program tersebut dan menjangkau sekitar 100 masjid dan mushala.

Peringatan HUT ke-111 juga bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam amanatnya pada upacara peringatan, Aristo Munandar menekankan bahwa perjalanan 111 tahun Adabiah dan 81 tahun kemerdekaan Indonesia sama-sama merupakan buah dari perjuangan panjang.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar Adabiah untuk terus belajar, berkarya dan memberikan pengabdian bagi sekolah, bangsa serta negara. Ia juga mengajak seluruh peserta didik dan tenaga pendidik menerapkan nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Sumatera Barat, Adib Alfikri, saat mewakili Gubernur Sumbar dalam kegiatan Jalan Sehat HUT ke-111 YSO Adabiah, memberikan apresiasi atas kontribusi Adabiah selama lebih dari satu abad dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Adib menilai mempertahankan eksistensi sekaligus kualitas lembaga pendidikan selama 111 tahun bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu, ia berharap Adabiah mampu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial, namun tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi identitasnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Karena itu, lembaga pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Memasuki usia 111 tahun, YSO Adabiah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga warisan sejarah sekaligus membangun masa depan. Usia panjang bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab untuk memastikan lembaga tersebut tetap relevan, berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter serta beradab.

Dengan semangat tersebut, perjalanan 111 tahun Adabiah diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas bagi generasi Sumatera Barat di masa mendatang.