EKSPRESNEWS.COM – Kabar membanggakan datang dari Ranah Minang. Prof. Ir. H. Ganefri, Ph.D., mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), resmi terpilih sebagai salah satu Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Penetapan tersebut menjadi perhatian warga Nahdliyin Sumatera Barat, mengingat Ganefri saat ini juga dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat sebagai Ketua Tanfidziyah.
Pengumuman susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 disampaikan pada Rabu malam (30/9/2026) melalui siaran langsung TVNU.
Kepengurusan baru tersebut dipimpin KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, sementara Rais Aam dijabat KH. Miftachul Akhyar.
DARI RANAH MINANG MENUJU KEPENGURUSAN NASIONAL
Terpilihnya Ganefri menjadi salah satu Waketum PBNU merupakan perkembangan penting bagi keterwakilan Sumatera Barat dalam struktur organisasi NU tingkat nasional.
Sebelum masuk dalam jajaran pimpinan PBNU, Ganefri telah memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan organisasi.
Ia pernah menjabat sebagai Rektor UNP selama dua periode, yakni 2016–2024. Setelah menyelesaikan masa jabatan tersebut, Ganefri tetap berkiprah di lingkungan perguruan tinggi sebagai Senior Eksekutif UNP.
Di bidang organisasi keagamaan, Ganefri dipercaya memimpin PWNU Sumatera Barat periode 2025–2030.
DIPERCAYA DALAM PROSES MUKTAMAR
Perjalanan Ganefri menuju kepengurusan PBNU tidak terlepas dari perannya dalam Muktamar NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus 2026.
Dalam forum tersebut, Ganefri dipercaya memimpin sidang pemilihan Ketua Umum untuk mewakili wilayah Barat. Ia kemudian juga ditunjuk sebagai salah satu anggota tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan PBNU periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut berlanjut dengan masuknya nama Ganefri dalam jajaran Wakil Ketua Umum PBNU.
KEBANGGAAN BAGI NAHDLIYIN SUMBAR
Rektor UNP Krismadinata menyampaikan rasa syukur atas amanah baru yang diterima Ganefri. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UNP dan warga Nahdliyin di Sumatera Barat.
Dengan posisi baru ini, Ganefri akan menjadi bagian dari jajaran pimpinan organisasi NU tingkat nasional untuk masa khidmat lima tahun mendatang.
Kehadirannya di struktur PBNU juga menambah ruang keterlibatan tokoh Sumatera Barat dalam dinamika organisasi keagamaan nasional.
Kini, publik menantikan kiprah Ganefri dalam menjalankan amanah barunya, sekaligus memperkuat hubungan antara PBNU, PWNU Sumatera Barat, dunia pendidikan, dan masyarakat. (Tohir)











