Berita

Budi Satrio Djiwanjono Terpilih Menahkodai Karang Taruna Masa Bakti 2025 – 2030

×

Budi Satrio Djiwanjono Terpilih Menahkodai Karang Taruna Masa Bakti 2025 – 2030

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Hasil keputusan Forum Temu Karya Nasional Karang Taruna, yang di adakan di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta pada hari Minggu (24/08/2025). Telah Menetapkan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) masa bakti 2025-2030 dengan terpilihnya Budi Satrio Djiwanjono sebagai Ketua Umum yang mana beliau juga merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Hal ini, menjadi salah satu momentum dan tonggak penting bagi Organisasi Sosial Kepemudaan yang merupakan salah satu Organisasi terbesar di Indonesia. Dengan usia yang sudah lebih dari Enam Dekade, sekarang Karang Taruna memasuki babak yang baru melalui kepemimpinan sosok muda dan sekaligus Politisi Nasional.

Melalui kata sambutan yang penuh haru dalam pidato perdananya, Budi sapaan akrabnya. Tak pernah membayangkan dirinya akan dipercaya memimpin Organisasi yang sangat besar dengan jutaan anggota yang tersebar di seluruh Pelosok Tanah Air.

“Tidak pernah terfikir dalam hati dan benak saya, suatu hari akan memimpin Karang Taruna. Ini bukan hanya suatu kehormatan, tetapi juga merupakan beban moral serta tanggung jawab yang amat berat bagi saya, ungkapan dari Kemenakan Presiden RI ini, yang sama-sama kita ketahui yaitu Bapak Prabowo Subianto, dengan suara bergetar.

Iya juga menegaskan, amanah ini bukan hanya sekedar seremonial belaka. Menurutnya, Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah berhimpun dengan cara pembinaan dan pemberdayaan generasi muda yang bersentuhan langsung dengan akar rumput.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menerima kepercayaan ini, dan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Menteri Sosial, seluruh jajaran Karang Taruna serta pihak yang telah mempercayakan tugas besar ini kepada saya”, ujarnya.

Adapun target dalam susunan kepengurusan dan arah strategis yang merupakan sebagai langkah awal, ia menargetkan untuk merampungkan struktur kepengurusan Nasional PNKT. Penyusunan formasi ini dipandang sangat krusial agar program kerja dapat berjalan terukur dan terarah kedepannya.

“Dalam waktu tempo yang sesingkat-singkatnya, saya memohon do’a serta dukungan agar dapat menyusun Kepengurusan Nasional Karang Taruna. Kita harus gerak cepat karena tantangan Kepemudaan Indonesia Kedepan akan semakin besar”, tegasnya.

Budi menyoroti bonus Demografi yang akan di alami Indonesia menjelang 2045. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat dominan, Indonesia berpotensi melompat menjadi Negara Maju. Namun, iya mengingatkan jika tidak dikelola secara baik, bonus tersebut akan berdampak menjadi masalah yang sangat besar.

“Kita menuju Indonesia Emas 2045, kalau tidak kita persiapan atau tidak kita bantu untuk ciptakan lapangan kerja, maka manusia produktif ini dapat menjadi tantangan besar, bukan peluang”, jelasnya.

Karang Taruna: Merupakan Pilar Sosial yang berakar dari Desa.
Karang Taruna bukan merupakan organisasi yang baru, ia berdiri sejak tahun 1960. Dan kini telah menjadi salah satu ruang aktualisasi bagi generasi muda ditingkat Desa, Kelurahan, hingga Nasional. Melalui semangat jiwa gotong royong dalam menghadapi persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran hingga kesenjangan sosial.

Dengan anggota yang tersebar hingga sampai pelosok Desa, Karang Taruna dinilai punya daya jangkau yang lebih luas di bandingkan Organisasi Kepemudaan yang bersifat Sosial lainnya. Karena itu, Kepemimpinan Budi ini sangat diharapkan dapat mampu menjembatani antara Visi Misi Nasional menuju Indonesia Emas 2045 dengan kebutuhan yang nyata ditingkat Lokal masing-masing Daerah di Nusantara.

Harapan Baru, Era Kepemimpinan Budi
Dengan terpilihnya Budi Satrio Djiwanjono dapat dinilai sebagai angin segar bagi Karang Taruna, sosok yang muda, energik dan berpengalaman dalam dunia Politik dapat memberi harapan akan lahirnya program-program yang sangat relevan dan sesuai dengan kemajuan zaman.

Dengan mengedepankan isu Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, digitalisasi Pemuda Desa, hingga penciptaan lapangan pekerjaan yang berbasis komunitas, semua sangat di harapkan agar fokus dalam kepengurusan yang baru ini.

“Karang Taruna bukan sekedar hanya tempat berkumpul, akan tetapi harus dapat menjadi motor penggerak perubahan di tengah Masyarakat, tegas Budi dalam menutup kata sambutannya.

Catatan:
Melalui amanah yang baru ini, Budi Satrio Djiwanjono menghadapi pekerjaan rumah yang sangat besar : Membawa Karang Taruna agar tetap kokoh sebagai salah satu Organisasi Sosial yang sangat relevan, sekaligus dapat memastikan Generasi Muda Indonesia benar-benar siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

(KmK)