Pariwara

Bangkit dari Galodo: Warga Malalo Pulihkan Pengairan Sawah Secara Swadaya

×

Bangkit dari Galodo: Warga Malalo Pulihkan Pengairan Sawah Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Pemulihan pascabencana Galodo di Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo terus dilakukan melalui semangat swadaya dan gotong royong masyarakat. Salah satunya melalui upaya menghidupkan kembali saluran pengairan atau banda yang rusak agar sawah warga yang siap tanam dapat kembali dialiri air.

Inisiatif tersebut diperkuat melalui kerja sama Perkumpulan Qbar Indonesia Madani dan Ikatan Keluarga Malalo (Ikmal) untuk pengadaan air untuk sawah terdampak Galodo. Kesepakatan yang ditandatangani pada 23 Juni 2026 itu mencakup dukungan material dan teknis untuk rehabilitasi 11 banda di dua nagari.

Yang menjadi kekuatan utama dari proses ini adalah pengerjaan rehabilitasi dilakukan secara swadaya dan bergotong royong bersama masyarakat di lokasi banda. Dukungan pihak luar diarahkan terutama untuk menyediakan material yang dibutuhkan, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam pekerjaan pemulihan di lapangan.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Qbar dan Ikmal berkolaborasi menyediakan kebutuhan material berupa pipa HDPE, PVC, semen, soket, pasir.

Rehabilitasi dilakukan sebagai langkah tanggap darurat, bukan pembangunan irigasi permanen. Tujuannya sederhana namun penting mengalirkan kembali air ke sawah warga agar masyarakat dapat kembali mengelola lahannya dan menanam.

Sebanyak 11 banda menjadi sasaran rehabilitasi, terdiri dari delapan banda di Nagari Guguak Malalo dan tiga banda di Nagari Padang Laweh Malalo. Bagi masyarakat Malalo, pemulihan banda bukan sekadar memperbaiki saluran air. Ia merupakan bagian dari upaya mengembalikan kehidupan sawah dan ruang hidup yang terdampak bencana. Ketika material didukung bersama, tetapi pekerjaan dilakukan dengan tangan sendiri, pemulihan menjadi kerja kolektif masyarakat. Hingga Agustus 2026 ini setidaknya 9 titik banda direhabilitasi secara gotong royong dan air sudah mengalir hingga ke sawah.

Semangat swadaya dan gotong royong inilah yang menjadi modal penting masyarakat Malalo untuk bangkit dari bencana dan kembali mengusahakan sumber-sumber penghidupan, seperti sawah. (Adv)