Berita

SPH Berulah Lagi, Anak Usia 1 Tahun Dipimpong, Layanan Makin Buruk ?

×

SPH Berulah Lagi, Anak Usia 1 Tahun Dipimpong, Layanan Makin Buruk ?

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Akun TikTok @borunasution memposting keluhan terhadap rumah sakit Semen Padang Hospital (SPH) Padang, Kamis 16 Juli 2026. Anaknya berusia 1 tahun mengalami panas tinggi hingga menggigil sejak pukul 1 siang hingga 8 malam, malah dipimpong.

“Rumah sakit pan***, dari jam 1 sampai jam 8 malam anak usia 1 tahun, sudah ambil darah dan rontgen, disutik berkali-kali, pada jam 4 sore panas tinggi hingga mengigil belum ditanggapi, malah kamar pelayanan penuh. Sehingga diminta cari rumah sakit lain, tapi rumah sakit lain juga penuh kata mereka. Akhirnya kami pulang. Jika ke SPH sebaiknya jadi pasien mandiri, bukan pasien BPJS,” tulis Borunasution dalam unggahannya.

 

Postingan tersebut dikomentari oleh akun Mama Rava menuliskan bahwa pelayanan SPH benar-benar cuek. Separah apapun kondisi pasien, SPH tetap slow menanggapi. “Jangan jadi bangga SPH. Separah apapun kondisi pasien, mereka tetap slow menanggapi,” tulisnya.

Selain itu, akun Moon Decoration turut memberikan komentar bahwa pernah mengalami sakit perut parah dan dada juga sesak. Alih-alih memberikan obat pereda nyeri, pihak SPH malah mengatakan kondisinya tidak darurat, karena menggunakan jaminan BPJS.

“Aku bayar umum akhirnya di SPH, tapi dokternya super cuek. 2 minggu setelah itu, sakit perut lagi dan pergi ke rumah sakit Hermina, nah disana pelayanannya super ramah sekali, gerak cepat, cek darah, rontgen dan akhirnya dapat diagnosa usus buntu langsung operasi tentunya di cover BPJS,” ungkapnya.

Pemerhati sosial Miranda Syofia mengatakan pola yang dimainkan adalah proses balas dendam manajemen terhadap perlakuan BPJS yang sejatinya sudah sesuai aturan. Malah kata Miranda, ini jadi preseden buruk bagi rumah sakit lainnya.

“Manajemen SPH kali ini balas dendam karena tidak bisa mendapat uang tambahan dari klaim BPJS. Sebab sebelumnya SPH telah melakukan upcoding hingga mark up klaim yang membuat BPJS rugi. Jadi diduga balas dendam karena tak dapat upeti, gitulah kira-kira,” katanya.

Akan tetapi, kata Miranda, sungguh disayangkan perlakuan buruk SPH terhadap pasien anak usia 1 tahun yang jadi korban. Agaknya lihat-lihat juga pasiennya. Dikatakannya seharusnya pelayanan kepada pasien itu nomor 1 diutamakan, bukan diabaikan. “Pasien itu adalah objek dari orientasi sebuah rumah sakit. Pelayanan jadi ujung tombak, tapi jika anak usia 1 tahun saja dipimpong untuk mendapat layanan, berarti rumah sakit itu memang butuh perhatian khusus,” tuturnya.

Sementara itu konfirmasi kepada dr Selfi selaku direktur utama SPH hingga berita ini terbit tidak memberikan keterangan apapun. Jangankan membalas pesan WA, menjawab salampun juga tidak. (Abdi)