BeritaSumatera Barat

Gebu Minang Salurkan Bantuan UMKM Senilai Rp50 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Panjang

×

Gebu Minang Salurkan Bantuan UMKM Senilai Rp50 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Panjang

Sebarkan artikel ini

EKSPRESNEWS – Empati terhadap warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kota Padang Panjang diwujudkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gebu Minang melalui penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bantuan senilai ± Rp50 juta dalam bentuk barang tersebut diserahkan secara simbolis di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang pada Sabtu (7/2/2026), sebagai bentuk dukungan nyata bagi warga yang berusaha bangkit kembali setelah musibah yang melanda akhir 2025.

Acara penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, yang menyambut baik kehadiran organisasi sosial tersebut dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kehadiran tokoh pemerintahan dan berbagai unsur masyarakat menegaskan bahwa kolaborasi dalam penanganan dampak bencana menjadi tanggung jawab bersama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Gebu Minang. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara efektif oleh para pelaku UMKM untuk memperkuat usaha mereka, sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi keluarga pascabencana.

Bantuan yang disalurkan beragam bentuknya, berupa alat dan perlengkapan usaha yang disesuaikan dengan jenis aktivitas ekonomi para penerima. Hal ini bertujuan agar bantuan tersebut bukan sekadar bentuk sedekah, melainkan benar-benar menjadi modal awal dalam menggerakkan kembali roda usaha yang sempat terhenti akibat dampak bencana.

Wakil Ketua DPP Gebu Minang, Emma Yohana, menyatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk memulihkan kehidupan ekonomi para korban banjir dan longsor. Ia menekankan bahwa uluran tangan seperti ini perlu terus dilakukan, terutama di masa-masa sulit seperti setelah terjadi bencana.

Menurut Emma, bantuan bukan sekadar berupa barang, tetapi juga semangat dan dorongan bagi pelaku UMKM agar tidak mudah menyerah menghadapi tantangan pascabencana. Ia berharap seluruh penerima dapat mengelola bantuan tersebut dengan maksimal demi keberlanjutan usaha mereka.

Para pelaku usaha yang menerima bantuan terlihat antusias dan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bagi mereka, dukungan ini sangat berarti karena menjadi modal untuk kembali membuka usaha dan menata kehidupan pascabencana, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Kegiatan penyaluran bantuan ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga serta organisasi sosial di tengah situasi pascabencana. Semangat gotong royong yang muncul dari aksi ini dinilai dapat menjadi motivasi bagi pihak lain untuk turut serta membantu warga terdampak.

Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra Barat, termasuk Padang Panjang, akhir 2025 telah membawa dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi materiil maupun ekonomi. Menurut catatan, ratusan orang menjadi korban jiwa serta ribuan lainnya mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda, memaksa banyak keluarga berjuang untuk bangkit.

Kepala keluarga dan pelaku UMKM berharap langkah bantuan seperti yang dilakukan Gebu Minang dapat diikuti oleh lebih banyak pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas usaha lainnya. Kerja sama semacam ini dirasa mampu mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi komunitas warga yang terdampak.

Dalam suasana yang penuh haru dan kebersamaan, Wali Kota Hendri Arnis mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik akibat bencana maupun dalam upaya pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penyaluran bantuan UMKM oleh Gebu Minang ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai inisiatif serupa, sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan menyentuh kebutuhan dasar warga yang paling rentan.(WTD)