EKSPRESNEWS – Salah seorang penumpang pesawat di kedatangan internasional mendapat perlakuan diskriminatif dari pegawai Bea Cukai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), beberapa waktu lalu.
Oki, penumpang yang dikejar oleh petugas Bea Cukai tidak terima diperlakukan seperti buronan. Dalam unggahan storinya, Oki yang sudah lebih setengah jam keluar dari Bandara masih dalam proses menunggu penjemputan didatangi oleh 2 orang petugas Bea Cukai yang memintanya kembali masuk kedalam untuk diperiksa.
“Koper semua sudah melewati X-Ray di Bea Cukai, tidak ada masalah, lalu setelah 30 menit diluar sedang menunggu jemputan, petugas itu datang meminta masuk lagi untuk pemeriksaan,” katanya kepada media ini.
Menurutnya, kalau sudah keluar dari X-Ray dan petugas sudah oke jadi tidak ada hal lagi untuk dibongkar atau diperiksa. “Kan sudah mereka X-Ray lalu kejar saya sampai keluar seperti saya ini penjahat teroris. Ada apa ? Maunya apa ?” beber Oki.
Dalam unggahan stori tersebut terlihat 2 petugas Bea Cukai meminta Oki kembali kedalam untuk diperiksa. Tapi Oki mempertanyakan urgensinya sebab barangnya sudah diperiksa melalui X-Ray oleh petugas ditambah dirinya telah keluar dari terminal kedatangan. “Tidak masuk akal kerjaan petugas Bea Cukai ini,” tuturnya.
Sampai saat ini tidak ada konfirmasi dari Bea Cukai Teluk Bayur yang berada di BIM Padang Pariaman.
Sementara itu, pengalaman seorang netizen yang juga pernah turun dari penerbangan internasional di BIM melihat pejabat berinisial AD, datang ke Padang bersama orang tuanya sehingga bukan dalam kondisi dinas melewati Bea Cukai tanpa X-Ray.
Lantas apa benar tujuan petugas Bea Cukai sampai harus mengejar Oki keluar bandara ? Hanya mereka dan tuhan yang mengetahuinya. (Red)











