Yulihasri Talk : Gaya Kepemimpinan, Panjat Pinang

0

Tepat sebulan lagi bangsa kita kan merayakan hari kemerdekaan, tepatnya pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.

Mulai minggu ke 2 bulan Agustus itu kita akan menyaksikan bermacam macam lomba permainan rakyat akan digelar termasuk lomba panjat pinang.

Setelah saya baca sejarah asal lomba panjat ini dan informasi yang saya dapat mengatakan bahwa lomba panjat pinang adalah warisan penjajah Belanda

Pada zaman penjajahan dulu lomba panjat pinang menjadi hiburan bagi para Tuan dan Mener (kompeni kata rakyat) sampai mereka ketawa terbahak bahak dengan menyaksikan pribumi bersusah payah sampai puncak atas. Pribumi berbuat demikian hanya demi mendapatkan hadiah seperti : keju, gula, bahan dasar pakaian dan sebagainya yang pada waktu itu adalah barang mewah.

Semenjak saya tahu itu adalah warisan penjajahan saya tak suka menonton lomba panjat pinang ini lagi karena kita ketawa terbahak bahak di atas penderitaan peserta lombanya kadang sampai mereka mengalami cidera serius seperti patah tulang.

Kembali ke gaya kepemimpinan panjat pinang adalah seseorang pemimpin maju dan sukses sampai ke puncak dengan menginjak orang lain, dengan pemimpin itu sangat bahagia di atas penderitaan orang lain.

Seperti kita ketahui pemimpin sangat menentukan keberhasilan dan keberlangsungan sebuah organisasi bahkan sebuah negara.

Gaya kepemimpinan lomba panjat pinang sangat merugikan organisasi juga negara. Gaya kepemimpinan itu tak cocok lagi dan harus di berantas karena gaya ini peninggalan era penjajahan yang tak cocok lagi dengan kekinian yaitu era demokrasi.

Wassalam, Yulihasri.

Maaf atas kekurangannya.

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.