Usai Muktamar NU ke-34, Ketua NU Sumbar Imbau Warga NU Sumbar Antisipasi Upaya Memecah Belah

0

PADANG, EKSPRESNEWS.COM – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Prof. Ganefri, berharap agar dinamika yang terjadi selama pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung tak menjadi bahan pertentangan yang berkepanjangan.

“Mari kita bersatu membesarkan NU di Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Rois Aam PBNU terpilih KH Miftahul Akhyar dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026,” kata Ganefri, Ahad (26/12) di Padang.

Sebagaimana diketahui, Muktamar ke-34 NU yang berlangsung sejak 22 hingga 25 Desember 2021 lalu rampung dan menetapkan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026, serta menetapkan Rois Aam PBNU disandang KH Miftahul Akhyar.

“Terkait perbedaan pandangan dan pilihan yang muncul selama Muktamar NU ke-34 kemarin, hanya dinamika yang tak perlu dipertentangkan panjang lebar. Itu soal pilihan, tidak ada yang salah dari berbedanya pilihan. Itu cerminan demokrasi,” ujar Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang ini.

Karena itu, Ganefri berharap, agar pihak mana pun di PWNU Sumbar maupun Pengurus Cabang NU (PCNU) di kabupaten/kota di Sumbar, tidak terpancing oleh komentar-komentar miring yang bernada memecah belah dan pada akhirnya akan menggangu solidaritas NU di Sumbar.
“Dinamika dalam Muktamar itu biasa. Sekarang Muktamar sudah selesai, saatnya kita merekonstruksi ulang semuanya. Jangan biarkan perbedaan pandangan terjadi berlarut-larut tanpa alasan. Kalau ada pihak yang menyulut dan menjaga perbedaan pilihan agar tetap berkorbar, tentu ini sangat kita sayangkan,” ucapnya lagi.

Dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-34 sendiri, KH Yahya Cholil Staquf berebut suara dengan petahana KH Said Aqil Siradj dalam pemilihan Ketua Umum PBNU 2021-2026. Meski Muktamar sempat diwarnai berbagai dinamika yang mengganggu kelancaran kegiatan, akan tetapi agenda tersebut tetap tuntas digelar dengan hasil Ketua Umum PBNU untuk lima tahun ke depan. “Kita mengucapkan selamat kepada Gus Yahya atas amanah yang diemban, serta ucapkan terima kasih atas pengabdian kepada Prof. KH Said Aqil Siraj sebagai Ketua Umum PBNU sebelumnya. Dinamika yang terjadi selama muktamar hanyalah bagian dari upaya menemukan sosok terbaik bagi NU dan bagi Nahdliyin di seluruh Nusantara, termasuk Sumbar,” kata Ganefri lagi.

Selain itu, kata Ganefri, setelah Muktamar usai, PWNU Sumbar akan terus melakukan agenda-agenda organisasi dan akan merekonsiliasi persoalan yang muncul selama muktamar digelar. “Kami menghimbau semua PCNU, kader dan warga NU di Sumbar untuk tetap solid, tak mudah terpecah belah dan mengambil hikmah dari dinamika Muktamar NU ke-34 di Lampung itu,” kata Ganefri mengakhiri. (Rel)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.