Sudah Terbukti : BBM Naik Tinggi, Susu Tak Terbeli !

Editors choice
1

JAKARTA, EKSPRESNEWS.COM – Beredar wacana pemerintah bakal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kabar ini berhembus usai harga BBM jenis Pertamax (RON 92) naik baru-baru ini.

Wacana kenaikan harga Pertalite disinggung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Pihak Pertamina angkat bicara.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina, Irto Ginting menyampaikan kenaikan harga BBM Pertalite adalah kewenangan pemerintah.

Sebab, Pertalite masuk dalam jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP). Karena Pertalite menjadi JBKP, menjadi bahan bakar khusus penugasan, tentunya kewenangan itu atau penyesuaian harga berada di pemerintah.

“Kami sebagai pelaksana tentunya akan menjalani apa yang menjadi arahan pemerintah,” kata Irto.
Kendati demikian, kata Irto, hingga saat ini Pertamina belum mendapat arahan Pemerintah untuk menaikkan harga Pertalite. “Sampai sekarang kami belum ada arahan dalam waktu dekat untuk penyesuaian harga di Pertalite,” jelas dia.

Sinyal kenaikan harga Pertalite tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. “Over all, yang akan terjadi itu Pertamax, Pertalite, Premium belum, gas yang 3 kilo itu (ada kenaikan) bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti September itu bertahap (naiknya) dilakukan oleh pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, mantan veteran perang dimasa penjajahan Belanda sayup-sayup lirih sembari memutar linting rokok dijemarinya bernyanyi. “BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi”.

Sepenggal lirik dari Iwan Fals mulai terasa begitu nyata di masa pemerintahan saat ini. Apalagi, viral video Megawati pernah bersenandung menggunakan lirik tersebut dikala partainya menjadi oposisi di pemerintahan Presiden SBY.

Saat itu juga Puan Maharani menangisi kenaikan BBM sebesar 200 rupiah, seolah pemerintah saat itu tidak memihak kepada rakyat. Nah kini, justru tanpa tanggung-tanggung, saat menjabat Ketua DPR, kenaikan BBM tampak tidak ada laig penolakan oleh legislatif.

Tidak hanya Puan, sejumlah politisi PDI Perjuangan pun menangis kala itu. Rieke Diah Pitaloka dan Ribka Tjiptaning juga menampakan keprihatinan mereka di hadapa publik kala itu. Pada era pemerintahan Presiden SBY, PDIP merupakan salah satu partai yang paling gencar menolak kenaikan harga BBM.

Mirisnya, guyonan itu tidak berlaku saat ini. BBM sudah melambung tinggi, jika benar sinyal dari Menko Marves, siap-siap, gas 3 kilo juga akan meroket. (Abdi)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.