Rencana Fly Over Sitinjau Lauik, Gubernur Mahyeldi : Mohon Doa Masyarakat Minang

Editors choice
0

EkspresNews.com, Padang – Rencana pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Panorama I dan II yang digadang-gadang menjadi mega proyek di Sumatera Barat diharapkan segera terealisasi. Gubernur Mahyeldi meminta doa dan dukungan dari semua pihak.

Gubernur Sumbar Mahyeldi yang diminta bekerja keras untuk mendapatkan alokasi APBN dari pemerintah pusat dengan menggandeng semua pihak tokoh-tokoh Minang daerah dan pusat melalui Jalur Minang Conection mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kita sudah koordinasi dengan beberapa kementerian diantaranya Menteri Bapenas, Menteri Koordinasi Investasi & Maritim dan Menteri PUPR. Respon yang diberikan sangat positif, mohon do’a dari seluruh masyarakat Minang dimana saja berada,” ujar Mahyeldi kepada EkspresNews, Jumat 23 Juli 2021.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga menyebutkan telah melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh Minang yang ada di Jakarta. “Alhamdulillah kita juga mengoptimalkan perantara Minang yang ada di Jakarta baik eksekutif, legislatif dan juga pengusaha,” tambah politisi PKS tersebut.

Disamping itu, kata gubernur, OPD terkait juga menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kementerian untuk pelaksanaan teknisnya. “Mohon doa dan bantuan dari semua pihak. Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita semua. Aamiin,” tutur Mahyeldi mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, Ir Fathol Bahri mengatakan untuk program Fly Over Sitinjau Lauik terus diupayakan dengan Balai Jalan Nasional Sumatera Barat. “Kami bersama Bappeda dan Balai Jalan Nasional terus mengupayakan agar rencana tersebut bisa segera teralisasi. Beberapa diantaranya kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di pusat untuk mendapatkan dukungan,” katanya kepada EkspresNews, Jumat 23 Juli 2021.

Pembangunan jalan alternatif Padang-Solok di kawasan Sitinjau Lauik adalah salah satu mega project atau proyek raksasa nasional. Rencana pembuatan jalan pembangunannya juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Jadi ada beberapa proyek nasional besar di beberapa daerah, itu yang ingin dipastikan oleh Bappenas, apakah dilangsungkan dan dikerjakan sesuai dengan perencanaan kita.

Hal ini dikatakan Menteri PPN/Bappenas Republik Indonesia Suharso Monoarfa yang di dampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy disela-sela kunjungannya ke Sumbar, Kamis (8/4/2021) beberapa waktu lalu.

Pembangunan jembatan layang Fly Over Panorama 1 Sitinjau Lauik diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar 1,163 Triliun. Perencanaan itu sudah memiliki Studi Kelayakan, Detail Engineering Design, dan Amdal. Begitu juga dengan Pembangunan Jembatan Layang Fly Over Panorama 2 Sitinjau Lauik dengan anggaran 2,051 Triliun. Hanya saja, belum memiliki izin kawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Jalan Sitinjau Lauik merupakan jalur padat logistic lintas tengah Sumatera dan merupakan daerah rawan kecelakaan. Data yang disajikan dari Polresta Padang, jumlah kecelakaan selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan, korban meninggal 19 orang, luka berat 9 orang, luka ringan 111 orang. Apalagi, melihat keadaan geografi yang cukup curam, kendaraan bermotor sering lepas kendali, terutama angkutan berat.

Hampir setiap hari kendaraan berat terjadi kegagalan mendaki karena tanjakan terjal dan panjang, ditambah dengan radius tikung terlalu sempit dan curam. Permasalahannya adalah jalan Sitinjau Lauik merupakan jalan nasional yang melintasi kawasan hutan konservasi, perizinan belum ada karena pembahasan perjanjian kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Kementerian LHK sedang berjalan.

Namun, Kasatker Perencanaan Dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sumatera Barat, Yudho Dwi Hadiarto menjelaskan bahwa Fly Over Sitinjau Lauik tidak dibahas lagi karena sudah ada pembicaraan bersama Menteri Bappenas. “Sitinjau Lauik kami tidak berani bahas lagi, karena beberapa waktu lalu, sesuai penyampaian Kepala Balai Jalan Nasional Sumbar ke Menteri Bappenas bahwa akan kami review dulu dan alternatif lain selain Sitinjau Lauik dengan memanfaatkan koridor lain yang sudah ada, termasuk nantinya dengan adanya Tol Padang – Pekanbaru,” kata Yudho kepada EkspresNews, Jumat 9 Juli 2021.

Lebih jauh, Yudho menyampaikan bahwa persoalan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik tidak dibahas lagi karena keterbatasan anggaran di APBN. “Semua karena keterbatasan anggaran APBN,” tandasnya mengakhiri. (Abdi)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.