Rahmat Wartira : Jika Bisa Dimanfaatkan, Kenapa Harus Dimusnahkan

0

PADANG, EKSPRESNEWS.COM – TAK TANGGUNG-tanggung, Advokat Senior yang selalu berpikiran logic, rasional, dan normatif, Rahmat Wartira, mengatakan, kalau gula 237 ton tanpa SNI itu bisa dimanfaatkan-kenapa harus dimusnahkan. Dalam hukum acara, katanya kian serius, permohonan untuk putusan itu adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan tuntutan diantaranya memohonkan putusan tentang alat bukti. “Untuk alat bukti itu bisa dilakukan, pertama dirampas untuk negara, kedua dijadikan pembanding untuk perkara lain, ketiga dapat dikembalikan kepada yang berhak,” ujar Rahmat Wartira dalam sebuah wawancara singkat dengan Indonesia Raya, Rabu (27/10) sore, di KNPI Sumbar.

Dikatakan Rahmat Wartira, point ke dua dirampas untuk negara itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak bisa dimusnahkan dan bisa dikuasai oleh negara sendiri. Sekarang muncul pertanyaan, katanya lagi, kenapa gula 237 ton tanpa SNI itu harus dimusnahkan bila gula itu bisa bermanfaat untuk orang banyak. “Jika bisa dimanfaatkan untuk orang banyak, kenapa harus dimusnahkan,” ucap pendiri Badan Anti Korupsi (BAKO) jauyh sebelum lahirnya ICW ini.

Bila perlu, kata Rahmat Wartira lebih jauh, gula 237 ton tanpa SNI ini diuji higenis ke BPOM agar masyarakat yang mendapat bahagian dari manfaat gula ini tidak terganggu. Namun demikian, katanya lagi, ini adalah pilihan yang bijak. Kenapa, katanya menambahkan, karena pilihan bijak itu ditentukan untuk dimanfaatkan oleh orang banyak. “Kenapa harus dimusnahkan, sudah sedemikian kontradiksikah cara berpikir para eksekutor karena barang yang bermanfaat kok harus dimusnahkan,” ucap Direktur LBH Padang 1994-1998 saat api reformasi tengah bergejolak ini.

Tokoh Pejuang Gerakan Reformasi 98 itu mengatakan, akan bermanfaat jika gula 237 ton tanpa SNI sesuai amar putusan harus dimusnahkan itu digunakan untuk kepentingan masyarakat dalam situasi sulit ini. Jadi, katanya sekali lagi, jika bisa dimanfaatkan gula sebayak 237 ton tanpa SNI itu kenapa harus dimusnahkan. “Akan menjadi sebuah pilihan bijak, jika gula 237 ton tanpa SNI yang harus dieksekusi untuk dimusnahkan itu dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak di tengah kondisi perekonomian sebagian besar masyarakat yang tengah tercabik-cabik karena pandemi covid 19 ini,” ujar pengagum berat Pangeran Diponegoro yang rela melepaskan kepangerannya atau meninggalkan segala kenikmatan duniawi maju dikancah perjuangan mengusir penjajah dari negeri ini bersama rakyat yang akhirnya dikebumikan di kota Angin Mamari “Makasar” ini. (Harianof)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.