Pertama Di Sumatera, Rumah Healing Padang Panjang Diapresiasi

Editors choice
0

Padang Panjang, EkspresNews.com – Diresmikannya Rumah Healing di Kelurahan Pasar Usang Kecamatan Padangpanjang Barat pada Kamis (24/6) lalu, merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang dalam pelayanan trauma healing bagi setiap kalangan masyarakat daerah berhawa sejuk itu.

Berimplementasi sebagai Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di kota berjuluk Serambi Mekkah, Rumah Healing yang telah beroperasi sebelum diresmikan sejak Januari lalu ini merupakan buah kerja sama Pemko melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KB-P3A) dengan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

Kepala Dinsos P2KB-P3A, Osman Bin Nur menyebut kerja sama ini bermula dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara UAI dengan Walikota Fadly Amran Datuak Paduko Malano pada akhir 2020 lalu. Kerja sama diarahkan pada bidang pendidikan, memberdayakan dan menyejahterakan umat, menjadi dasar wecana pendirian Rumah Healing sebagai sarana konseling bagi warga kota.

“Bentuk dukungan UAI terhadap Rumah Healing, tidak hanya dari segi gagasan ide saja, namun UAI juga mendukung penyediaan sejumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama beroperasinya Rumah Healing plus sistem pelayanan,” ucap Osman didampingi Kabid Pelayanan Penanganan dan Rehabilitasi Sosial, Medi Rosdian, Selasa (29/6) kemarin.

Selain pelayanan konseling secara langsung di Rumah Healing, Medi menambahkan bahwa UAI juga mengembangkan sistem e-Konseling dengan mengunakan link personalink.co yang nantinya mengerahkan penguna ke laman aplikasi pelayanan konseling. Sedikitnya terdapat sebanyak 9 item layanan terhubung ke applikasi WhatsApp, sebagai bagian dari 26 jenis Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (P2KS).

“Lewat aplikasi ini, kalayan (klien) akan mengarahkan penggunaan WhatsApp yang langsung akan dilayani admin Rumah Healing. Cara pengunaan aplikasi ini pun terbilang mudah, yakni dengan cara membuka link yang sudah disediakan sebanyak sembilan layanan. Di setiap item layanan tersebut, admin akan menjawab langsung pertanyaan atau keluhan kalayan. Layanan ini dapat digunakan setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00-16.00 WIB,” ungkap Medi.

Dikatakan Medi, Rumah Healing merupakan sebuah bangunan layaknya rumah yang didisain dan ditata sedemikian rupa, dengan maksud mampu membuat nyaman (tempat relaksasi) serta menenangkan pikiran bagi setiap orang yang mengunjunginya. Sesuai namanya, Rumah Healing berarti sebuah tempat untuk proses pemulihan, terutama pemulihan jiwa, mental dan spiritual.

“Sebagai contoh, jika ada masyarakat yang mengalami traumatik terhadap suatu permasalahan, datang saja ke rumah ini. Selain suasana yang nyaman dan rileks, di rumah ini memiliki 2 psikolog dan 1 orang Satuan Bakhti (Satti) pekerja sosial dari kementerian. Diyakini, bercerita dengan para konselor tersebut di tempat yang nyaman seperti Rumah Healing ini dapat meningkatkan semangat,” tuturnya.

Berkaitan dengan daya layanan Rumah Healing saat ini, Medi mengungkapkan cukup efektif terhadap kalayan anak, remaja dan dewasa. Terutama terhadap kalayan anak rentan terlantar, sedikitnya saat ini sudah tercatat sebanyak 30 orang dalam bentuk layanan kelompok pelatihan setiap Jumat, mulai pukul 14.00-16.00 WIB.

“Melalui konsep jemput bola, saat ini puluhan anak rentan terlantar yang ditangani di rumah konseling sudah menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Bahkan seromini peresmian Rumah Healing lalu, anak-anak tersebut terlibat langsung menampilkan kesenian yang diajarkan para konselor,” beber Medi.

Sementara ini Rumah Healing selain memiliki program pelatihan, juga didukung sarana difuser aroma terapi, kursi healing, sound system terapi, 2 set tempat tidur plus ekstra bed dan perangkat applikasi layanan e-konseling.
“Selain sebagai tempat relaksasi, Rumah Healing ini juga akan diperuntukkan bagi, orang terlantar, lansia terlantar, korban kekerasan, korban bencana alam, korban penyalahgunaan narkoba, agar dapat melakukan pemulihan mental dan traumatik dari setiap kejadian yang telah dialaminya,”

Rumah Healing Diapresiasi

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sumbar, Heni Yunida mengatakan Rumah Healing yang didirikan Pemko Padangpanjang ini sangat luar bisa. Selain sebagai yang pertama di Sumatera, fungsinya bisa membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat. “Diharapkan dengan adanya Rumah Healing di Kota Padangpanjang ini, bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumbar,” harap Heni.

Wako Fadly Amran menyebutkan peresmian Rumah Healing ini merupakan pencapaian visi-misi dalam memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat di bidang sosial kemasyarakatan dan penyuluhan. “Mungkin banyak masyarakat yang mengalami masalah sosial, seperti terlibat penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga. Dengan adanya Rumah Healiang, kita akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan sosial yang dialami tersebut,” ucap Wako Fadly.

Rumah Healing merupakan rumah pemulihan terhadap 26 permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Seperti anak terlantar, korban kekerasan, korban penyalahgunaan NAPZA, kelompok minoritas, lansia terlantar, dan sebagainya.
“Ke depan target pengembangannya secara bertahap, Rumah Healing ini mulai dari sarana dan prasarananya, termasuk sumber daya manusianya akan ditingkatkan. Ini agar bisa menampung dan menyelesaikan 26 permasalahan sosial yang ada masyarakat,” pungkas Wako Fadly. (Adv)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.