Penguatan Rencana Bisnis Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Kenagarian Alahan Panjang

Editors choice
0

ALAHAN PANJANG, EKSPRESNEWS.COM – Hampir semua sektor bisnis terdampak oleh Pandemi Covid-19, sehingga menghambat operasional dan keuangannya. Atmosfir yang tidak pasti mengharuskan keputusan strategi yang relevan dan dengan peramalam kebutuhan pasar yang lebih baik agar usaha tetap memiliki pasar dan bertahan. Dalam menghadapi situasi ini, sensitifitas dari pelaku binsis harus lebih tajam dibandingkan sebelum terjadinya krisis ini, apalagi dalam membaca peluang dan menentukan transformasi bisnis berbasis digital apabila dibutuhkan. Namun, dibalik ancaman dan hambatan bisnis masih terdapat ruang bagi bisnis untuk dapat berkembang seperti pada bisnis pertanian yang masih dibutuhkan walaupun dengan kemasan yang berbeda.

Tim Dosen Jurusan Manajemen Memberikan Pemaparan

Salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di masa pandemi Covid-19 adalah mendorong sektor bisnis yang dapat memajukan perekonomian daerah. Seperti alokasi dana desa yang dapat dipergunakan untuk berbagai aktifitas bisnis berbasis masalah disetiap daerah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa menyebutkan bahwa pendirian BUMDes ini bertujuan untuk [1] melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha serta pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian, dan potensi desa, [2] melakukan kegiatan pelayanan umum melalui penyediaan barang atau jasa serta memenuhi kebutuhan umum masyarakat desa, dan mengelola lumbung pangan dea, [3] memperoleh keuntungan atau laba bersih bagi peningkatan pendapatan asli Desa dan mengembangkan sumber daya ekonomi masing-masing desa, [4] pemanfaatan asset desa guna menciptakan nilai tambah, dan [5] pengembangan ekosistem ekonomi digital di desa. Bentuk BUMDes dapat berupa BUM Desa dan BUM Desa Bersama. Hal ini menjadi adoptif  ketika perekonomian masyarakat terus-menerus tergerus oleh marahnya pandemic Covid-19. 

Peran BUMDes sendiri tidak lepas dari peningkatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan melalui kegiatan bisnis yang dilakukan. Peran BUMDes juga terlihat dalam menyalurkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait material yang berguna dalam kegiatan mata pencahariannya (seperti, bahan baku, peralatan, dan lainnya)(Amirya, 2021). Bentuk bisnis ini digagas oleh Pemrintah melihat adanya potensi yang cukup menjanjikan dan berdampak langsung pada masyarakat desa. Bahkan keeradaan bisnis ini dapat mengeksposkekayaan alam dan dapat dilihat oleh rekanan bisnis tanpa mempertimbangkan masalah wilayah.

Implementasi BUMDes di Provinsi Sumatera Barat telah membawa hal yang positif bagi pengembangan Desa, Namun masih perlu dibenahi agar optimalisasi BUMDes ini sesuai harapan pembentukkannya. Badan Usaha Milik Desa di Sumatera Barat disesuaikan dengan menggunakan istilah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), karena di Sumatera Barat desa dikenal dengan sebutan Nagari. Kehadiran BUMag di Sumatera Barat sangat didukung oleh Pemerintah. Bisnis ini diharapkan akan menjadi motor bagi perkembangan kegiatan ekonomi desa yang bercirikan kekhasan daerah (Kementerian Keuangan, 2020).

Tim Jurusan Manajemen bersama Pengelola BUMNag Alahan Panjang Foto Bersama

Kesempatan ini langsung ditangkap oleh Wali Nagari Alahan Panjang (Bpk Zulkarnaini) dengan berkolaborasi bersama Tim dari Jurusan Manajemen Universitas Andalas. Bersamaan dengan itu, musyawarah dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2021 bertempat di ruang pertemuan Wali Nagari Alahan Panjang. Kegiatan berlangsung hikmat dengan melaksanakan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Sebagai pembuka acara, pihak pengelola BUMNag dan Bpk Wali Nagari memaparkan kondisi dan potensi dari alam  Kenagarian Alahan Panjang, dilanjutkan pemaparan oleh Prof Helmi (Fakultas Pertanian), Syarial Syarif, MBA, Prof Herri, Prof Ratni, Rahmy Fahmy,P.hD, Donard Games, P.hD, Hafiz Rahman P.hD serta Bapak/Ibu Dosen Jurusan Manajemen Universitas Andalas.

Kajian yang dipaparkan berdasarkan bidang kelimuan dari setiap dosen, sehingga dapat memberikan masukan yang kompleks dan relavan dengan kebutuhan dari pembentukkan BUMNag Alahan Panjang. Dimana, kondisi BUMNag sendiri saat ini sedang melakukan re-struktur dari pengelolaan yang lama. Tahap awal yang direncanakan adalah menentukan perencanaan dan perancangan model bisnis yang akan dikembangkan. Sedangkan struktur pengelola BUMNag sudah dibentuk.

“Nagari Alahan Panjang kaya akan hasil alam, distribusinya mencakup daerah yang luas hingga provinsi lain. Ulasan yang kami terima terhadap hasil alam tersebut itu positif, artinya kualitas hasil alam alahan panjang cukup bagus. Namun, yang menjadi masalah dalam hal ini adalah hasil alam tersebut disalurkan melalui ‘Toke’ yang membuat petani tidak dapat mencicipi hasil yang maksimal dari apa yang dikerjakannya. Miris kita melihat kondisi seperti ini,” ungkap Bapak Syahrial Syarif.

Peluang seperti itu nantinya yang menjadi ruang BUMNag dalam merealisasikan bisnisnya. “Bisnis yang akan sustain itu adalah binsis yang beranjak dari permasalahan, lalu ditawarkan solusinya,” kata Prof Herri.

BUMNag dalam hal ini harus mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh masyarakat sekitar dan potensi yang dalam digali, lalu tentukan bagaimana menawarkan solusi yang berkelanjutan. Selain itu yang juga penting adalah bagaimana mengajak kaum milenial dan memberikan pengetahuan bagaimana men-tranformasikannya pada bentuk bisnis digital. Hal ini juga didukung oleh penelitian Games, Agriqisthi, & Sari (2020) dimana permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat akan menghambat matapencahariannya, sehingga jika ada bisnis yang dapat menawarkan solusi dari permasalahan tersebut akan mendapatkan sejumlah keuntungan dan dapat berkelanjutan. Tim dosen juga menyebutkan bahwa pentingnya memiliki data tentang kondisi pasar yang menjadi site bisnis. Hal ini dapat menjadi referensi bagi pembentukkan awal BUMNag, khususnya BUMNag Alahan Panjang. “Bisnis yang berpotensi untuk berkembang, adalah bisnis yang memiliki fundamental yang mantap,” kata Rahmi Fahmy, P.hD.

Anak muda milenial Nagari Alahan Panjang diharapkan juga ikut terlibat dalam perkembangan bisnis ini. Dengan demikian perlu adanya upaya untuk merangkul dan memberikan pemahaman kepada gen ini, serta menumbuhkemangkan kepedulian mereka terhadap bisnis daerahnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi kolaborasi yang apik, sehingga menghasilkan transformasi bisnis tradisional kedalam bentuk yang moderen.

Kegiatan ini diakhiri dengan rencana membuat kesepakatan kerjasama antara Walinagari Alahan Panjang dengan Jurusan Manajemen Universitas Andalas dalam hal pembinaan BUMNag Alahan Panjang. Doa juga dihantarkan agar kegiatan ini dapat mendukung pembentukkan BUMNag Alahan Panjang lebih siap dan memikili perencanaan yang kuat serta relevan, gagasan selanjutnya adalah menjadikan bisnis ini menjadi pionir BUMNag yang berpotensi untuk go-global dan berbasis aplikasi.

Penulis : Agriqisthi, S.E.,M.M

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.