Pemulihan Jaringan, Perumdam Tirta Serambi Selesaikan Hampir 90% Kerusakan

PADANG PANJANG, EKSPRESNEWS.COM – Berjibaku tanpa kenal lelah kurang dalam satu bulan dalam upaya pemulihan jaringan air minum, Perumdam Tirta Serambi Padang Panjang selesaikan hampir 90% kerusakan akibat banjir bandang yang berdampak terhadap 2.100 pelanggan di kota berjuluk Serambi Mekkah itu.

Direktur Perumdam Tirta Serambi Padang Panjang, Adrial A Bakar mengatakan upaya yang dilakukan dalam percepatan pemulihan, yakni dengan pemasangan pipa darurat sejak 16 Mei lalu. Langkah ini upaya percepatan distribusi air ke Kelurahan Silaiang Bawah dan Silaiang Atas.

“Tersisa sekitar 300 pelanggan belum dapat teraliri, karena masih terdapat kekurangan pipa sekitar 330 meter lagi. Sementara untuk pelanggan tersebut, kita suplai melalui Tanki hingga 50 kubik setiap hari,” ungkap Adrial.

Adrial menyebutkan dari tiga jaringan pipa gravitasi ke kelurahan tersebut, hanya dua unit jaringan pipa dari Lubuk Matakuciang yang akan dapat dipulihkan. Yakni jaringan pipa ZAMP-2 dan ZAMP-1, yang masih tersisa cukup panjang pascabencana.

Dijelaskannya, pipa ZAMP-1 putus akibat bencana itu sepanjang 400 meter, ZAMP-2 sepanjang 260 meter. Sedangkan ZAMP-3 putus sepanjang 900 meter. Hal ini butuh biaya sangat tinggi, sehingga tidak dapat diperbaiki.

‚ÄúPemasangan pipa HDPE diameter 100 mm sepanjang 402 meter sudah terlaksana atas bantuan dari BPPW Sumbar. Namun untuk mencakup sisa pelanggan yang belum teraliri, kita masih butuh sekitar 330 meter pipa lagi,” terangnya.

Adrial menyebut berbagai upaya telah dilakukan Perumdam untuk memulihkan pelayanan sejak hari pertama bencana. Pelanggan mesti mendapatkan pasokan air setiap hari, sesuai dengan komitmen perusahaan untuk melayani dengan sepenuh hati.

Mulai dari bantuan darurat air bersih melalui mobil tangki setiap hari, hingga pemindahan layanan dari sumber air Sungai Andok, dan connecting jaringan dari Pasar Usang. Penggiliran distribusi dari jaringan pipa terdekat dan pemasangan darurat pipa melalui wilayah bencana ini.

“Pemasangan pipa ini masih bersifat darurat, agar semua pelanggan dapat kembali dilayani melalui perpipaan. Kemudian bantuan mobil tangki, tetap akan menjadi pendukung pengisian hidran umum,” pungkas Adrial. (*)