Pemko Solok Sosialisasikan Pendidikan Inklusif

0

IMG-20171102-WA0031

EkspresNews.com – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ada dikota Solok dan sekitarnya, Dinas pendidikan setempat menyelenggarakan Sosialisasi terkait tentang pendidikan inklusif. Acara yang terprogram selama tiga hari itu, diikuti oleh 118 peserta, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Solok, Ir.Reineir.ST.MM, pada Rabu ( 1/1) bertempat di Hotel Mami Kota Solok.

Reinier menyampaikan, Pendidikan inklusif adalah layanan pendidikan yang mengikut sertakan anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama anak  normal atau Non-ABK. Dalam pelaksanaannya tetap dimulai dari pendidikan dasar seperti layaknya jenjang pendidikan yang dikemas dan terstruktur secara nasional.

Dalam paparanya Wakil Walikota Solok Reinier menyampaikan. Sebagai Wakil Walikota kita sangat mengapresiasi kegiatan yang dikemas oleh Dinas pendidik tersebut. Selain untuk meningkatkan perhatian kepada ABK, kegiatan itu juga menjadi sebuah bukti terlaksananya pendidikan secara merata sesuai dengan yang telah diintruksikan oleh kementrian pendidikan RI.




“Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif juga diatur dalam peraturan mentri pendidikan RI nomor 70 tahun 2009, tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan, dan memiliki potensi kecerdasan dan bakat Istimewa,”ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Reinier, kepada seluruh peserta agar mengikuti sosialisasi pendidikan inklusif dengan serius dan tertip dalam pelaksanaannya, Hal itu agar apa yang telah diselenggarakan atau diprogramkan oleh pemerintah pusat itu terkesan tidak sia sia dan tepat guna.

Dikesempatan itu Kepala Dinas pendidikan kota Solok, Drs. Dodi Osmon,Msi mengatakan,  adapun tujuan kegiatan itu antara lain, untuk menjamin keberlanjutan pendidikan  inklusif sesuai dengan kebijakan nasional, memberikan arahan yang jelas tentang pengembangan pendidikan inklusif  baik dalam kontek manajemen waktu, maupun dalam melakukan pemetaan wilayah operasional.

Selain itu, kegiatan juga bertujuan untuk memberikan acuan kerja operasional bagi pokja pendidikan inklusif kota Solok dalam melaksnakan program aksi implementasi pendidikan inklusif secara terpadu dan berkesinambungan di kota Solok. “Sementara itu dikatakannya, seluruh biaya yang ditimbulkan dari kegiatan itu, ditanggung oleh Dana APBN,” beber Dodi Osmon.

Dikatakan Dodi Osmon, dalam pelaksanaanya,  sosialisasi pendidikan inklusif diikuti oleh 118 orang sebagai peserta yang terdiri dari,  48 orang perwakilan dari SKPD.  Serta 70 orang perwakilan dari sekolah yang ada  di lingkungan pemerintahan Kota Solok.

“Sementara sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah tetprogram, kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan, yakni dimulai pada 1 November sampai dengan 3 November 2017,” terangnya.

Lebih jauh Dodi Osmon memaparkan, strategi yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi pendidikan inklusif yang dilaksanakannya itu. Adalah dengan pemberian informasi dan materi dari nara sumber yang relevan, sehingga kelompok kerja (Pokja) pendidikan inklusif dapat melaksanakan programnya dengan baik.




Dalam pelaksanaanya menghadirkan nara sumber  Irman,S.Pd.MM ( Kabid Pembinaan SLB Dinas pendidikan Provinsi Sumbar). Dengan  menyanpaikan materi terkait dengan kebijakan dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Budi Hermawan (Tenaga Ahli), yang akan menyampaikan materi tentang pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, dan Dewi Marza (kepala SLBN center dan ketua Pokja inklusif kota Payakumbuh) yang akan menyampaikan materi tentang pemahaman pendidikan inklusif dan pembelajaran di sekolah inklusif.

Dengan diselenggarakannya Sosialisasi tersebut kata Dodi, semoga nantinya dapat untuk memperkuat komikmen pemerintahan kota Solok sebagai kota yang peduli dengan pendidikan inklusif. ” Serta dapat memberikan informasi komprehensif bagi mitra kerja dan stakeholder yang ada, dan ikut serta dalam mendukung terlaksananya pendidikan inklusif di Kota Solok ke depan ya,” papar Dodi Osmon. (Roni)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.