Pembangunan Fly Over Di Padang Butuh Dukungan DPR RI

Editors choice
0

EkspresNews.com – Fly Over Lubuk Buaya, Fly Over Tabing, Fly Over Panorama I dan Fly Over Panorama II Sitinjau Lauik yang diusulkan oleh Satuan Kerja Perencanaan Dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumatera Barat, akan mudah teralisasi jika mendapat perhatian khusus dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Pembangunan sarana dan prasarana memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, budaya. Dukungan sarana dan prasarana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terutama diwujudkan dalam peran jaringan transportasi secara cepat. Salah satunya dengan perencanaan pembangunan 4 Fly Over di Kota Padang, Sumatera Barat.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) memiliki otoritas kebijakan dalam pengesahan anggaran belanja negara setiap tahunnya. Hendaknya menjadi catatan khusus bagi kepala daerah untuk dapat melakukan pendekatan kepada anggota dewan di pusat sehingga dalam proses penganggaran bisa direalisasikan rencana pembangunan 4 Fly Over.

Pembangunan jembatan layang Fly Over Panorama 1 Sitinjau Lauik diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar 1,163 Triliun. Perencanaan itu sudah memiliki Studi Kelayakan, Detail Engineering Design, dan Amdal. Begitu juga dengan Pembangunan Jembatan Layang Fly Over Panorama 2 Sitinjau Lauik dengan anggaran 2,051 Triliun. Hanya saja, belum memiliki izin kawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Jalan Sitinjau Lauik merupakan jalur padat logistic lintas tengah Sumatera dan merupakan daerah rawan kecelakaan. Data yang disajikan dari Polresta Padang, jumlah kecelakaan selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan, korban meninggal 19 orang, luka berat 9 orang, luka ringan 111 orang. Apalagi, melihat keadaan geografi yang cukup curam, kendaraan bermotor sering lepas kendali, terutama angkutan berat.

Hampir setiap hari kendaraan berat terjadi kegagalan mendaki karena tanjakan terjal dan panjang, ditambah dengan radius tikung terlalu sempit dan curam. Permasalahannya adalah jalan Sitinjau Lauik merupakan jalan nasional yang melintasi kawasan hutan konservasi, perizinan belum ada karena pembahasan perjanjian kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Kementerian LHK sedang berjalan.

Karena itu, perencanaan Fly Over yang dimulai sejak tahun 2015 ini belum dapat direalisasikan, padahal pembangunan Fly Over tersebut merupakan kebutuhan untuk Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepertinya lemah dalam hal melakukan loby kepada pemerintah pusat?

Jika alasannya Covid, padahal rencana ini jelas jauh sebelum pandemi melanda negeri ini. Sekarang, sama-sama diketahui bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani adalah Bundo Kanduang orang Minang, dan  ini merupakan peluang bagi Pemimpin Sumbar untuk memperjuangkannya. Jika dilakukan loby dan pendekatan, bisa saja Ketua DPR RI Puan Maharani menyetujuinya serta mewujudkan mimpi rakyat Sumatera Barat untuk membangun Fly Over di kawasan Sitinjau Lauik dan di Kawasan Tabing dan Lubuk Buaya.

Kasatker Perencanaan Dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sumatera Barat, Yudho Dwi Hadiarto menjelaskan bahwa Fly Over Sitinjau Lauik tidak dibahas lagi karena sudah ada pembicaraan bersama Menteri Bappenas. “Sitinjau Lauik kami tidak berani bahas lagi, karena beberapa waktu lalu, sesuai penyampaian Kepala Balai Jalan Nasional Sumbar ke Menteri Bappenas bahwa akan kami review dulu dan alternatif lain selain Sitinjau Lauik dengan memanfaatkan koridor lain yang sudah ada, termasuk nantinya dengan adanya Tol Padang – Pekanbaru,” kata Yudho kepada Indonesia Raya, Jumat 9 Juli 2021.

Lebih jauh, Yudho menyampaikan bahwa persoalan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik tidak dibahas lagi karena keterbatasan anggaran di APBN. “Semua karena keterbatasan anggaran APBN,” tandasnya mengakhiri. (Abdi)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.